- Home
-
- Luar Negeri
-
- Hungaria Ancam Setop Pasok...
Hungaria Ancam Setop Pasokan Gas ke Ukraina, Krisis Energi Eropa Makin Panas
Rabu, 25 Mar 2026, 20:15 WIBJAKARTA - Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán mengancam akan menangguhkan pasokan gas ke Ukraina secara bertahap. Langkah ini akan dilakukan jika aliran minyak Russia melalui pipa Druzhba tidak segera dipulihkan dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan resmi di media sosial pada Rabu (25/3). Pemerintah di Hungaria menilai kebijakan ini sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah situasi yang semakin tidak stabil.
"Sampai Ukraina menyediakan minyak, Ukraina tidak akan menerima gas dari Hungaria," ujar kepala pemerintahan tersebut.
Ia juga menuding Ukraina telah menghambat operasional pipa Druzhba yang selama ini menjadi jalur utama distribusi energi di kawasan.
Dalam skenario yang disiapkan, Budapest akan mulai mengurangi volume gas yang dikirim ke Ukraina dan mengalihkan sebagian pasokan untuk cadangan dalam negeri. Kebijakan ini disebut akan diajukan secara resmi dalam rapat pemerintah berikutnya sebagai langkah strategis jangka pendek.
Ketegangan ini berawal dari penghentian pengiriman energi melalui pipa Druzhba yang diklaim terjadi akibat serangan. Pihak Ukraina menyebut gangguan tersebut berkaitan dengan aksi yang melibatkan Russia, sementara Hungaria dan Slovakia justru menuding Kyiv sengaja memblokir jalur tersebut demi kepentingan politik.
Sebagai respons, Hungaria bersama Slovakia telah lebih dulu menghentikan pasokan bahan bakar diesel ke Ukraina. Langkah balasan ini mempertegas eskalasi konflik energi yang kini meluas tidak hanya pada pasokan minyak, tetapi juga gas alam.
Pemerintah Hungaria menegaskan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi domestik di tengah ketidakpastian global. Selain itu, kebijakan harga bahan bakar yang dikontrol pemerintah disebut tetap menjadi prioritas agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Di sisi lain, situasi ini berpotensi memperburuk kondisi krisis energi di kawasan Eropa yang sebelumnya sudah tertekan akibat konflik geopolitik. Gangguan distribusi energi lintas negara dinilai dapat memicu kenaikan harga serta mengganggu stabilitas ekonomi regional.
Sejumlah pengamat menilai langkah Hungaria ini menjadi sinyal bahwa konflik energi kini semakin kompleks dan berlapis. Tidak hanya melibatkan faktor ekonomi, tetapi juga kepentingan politik dan keamanan yang saling bertabrakan di kawasan Eropa Timur.
Dengan ancaman penghentian pasokan gas ini, hubungan antara Hungaria dan Ukraina diperkirakan akan semakin memanas. Jika tidak segera ada solusi, krisis energi di kawasan berpotensi memasuki fase yang lebih serius dalam waktu dekat.
- Ukraina
- Hungaria
- Krisis Energi Global
- geopolitik
- Russia
- minyak dan gas (migas)
- Konflik Eropa - Russia
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Buru Cadangan Migas Baru, PHE Mulai Eksplorasi Sumur Tingkilan-001 di Kaltara
-
Tak Perlu Kunjungan, Hungaria Nyatakan Berminat Investasi di Batang
-
MediaTek dan FOXTRON Gandeng NVIDIA Kembangkan Kendaraan Cerdas Berbasis AI
-
Produk Kriya Lokal Dibidik Naik Kelas, Dekranas Perluas Jangkauan Pasar
-
Empat Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat
-
Rampungkan Streamlining 31 Entitas, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi, Tata Kelola dan Pelayanan Publik
-
Festival Depok Heritage 2026 Digelar 27-28 Juni, Parade Budaya hingga Tembang Kenangan Siap Meriahkan Depok Lama
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.