Strategi Pencegahan Jantung Koroner dan Hipertensi bagi Pemilik Riwayat Keluarga
Selasa, 24 Mar 2026, 23:10 WIBApakah memiliki orang tua atau saudara yang menderita penyakit jantung atau hipertensi (tekanan darah tinggi)? Jika iya, maka memang memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa di kemudian hari.
Faktor keturunan diketahui berperan penting dalam perkembangan penyakit jantung dan hipertensi, terlebih jika disertai dengan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, serta stres berkepanjangan.
âMemahami hubungan antara faktor genetik dan penyakit jantung dapat membantu Anda melakukan pencegahan sejak dini demi menjaga kesehatan jantung,â ujar dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FASCC, dokter spesialis Jantung & & Pembuluh Darah RS Premier Bintaro.
Hubungan Genetik dengan Penyakit Jantung
Ia menegaskan, beberapa jenis penyakit kardiovaskular memiliki komponen genetik yang kuat, artinya dapat diturunkan dari orang tua kepada anak. Risiko akan meningkat secara signifikan apabila anggota keluarga dekat seperti ayah, ibu, atau saudara kandung mengalami penyakit jantung pada usia dini, yaitu sebelum 55 tahun pada pria atau 65 tahun pada wanita.
Faktor genetik dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan jantung, antara lain:
- Kadar kolesterol darah (LDL dan HDL)
- Tekanan darah
- Kecenderungan terbentuknya plak lemak di pembuluh darah (aterosklerosis)
- Fungsi jantung dan pembuluh darah
Meski demikian, faktor keturunan bukanlah satu-satunya penentu. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, risiko penyakit jantung tetap dapat ditekan secara signifikan.
Jenis Penyakit Jantung yang Sering Diturunkan
Beberapa penyakit jantung yang diketahui memiliki faktor genetik atau sering diturunkan dalam keluarga antara lain:
- Penyakit Jantung Koroner (PJK) PJK disebabkan oleh penumpukan plak kolesterol di pembuluh darah jantung sehingga menghambat aliran darah ke otot jantung. Riwayat serangan jantung atau angina pada anggota keluarga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi serupa.
- Kardiomiopati (Kelainan Otot Jantung) Kardiomiopati merupakan gangguan pada otot jantung yang menyebabkan jantung membesar, menebal, atau menjadi kaku. Jenis tertentu, seperti Hypertrophic Cardiomyopathy (HCM) dan Dilated Cardiomyopathy (DCM), bersifat genetik dan dapat memicu gagal jantung maupun gangguan irama jantung yang serius.
- Aritmia (Gangguan Irama Jantung) Beberapa aritmia, seperti Long QT Syndrome dan Brugada Syndrome, merupakan kelainan genetik yang memengaruhi sistem listrik jantung dan dapat meningkatkan risiko henti jantung mendadak.
- Hiperkolesterolemia Familial Kondisi ini ditandai dengan kadar kolesterol jahat (LDL) yang sangat tinggi sejak lahir akibat kelainan genetik. Tanpa penanganan, penderita berisiko mengalami penyakit jantung koroner pada usia muda, bahkan sebelum usia 40 tahun.
Hubungan Keturunan dengan Hipertensi
âSelain penyakit jantung, hipertensi juga sering diturunkan dalam keluarga. Anak dengan salah satu atau kedua orang tua yang memiliki tekanan darah tinggi memiliki risiko dua kali lebih besar untuk mengalami hipertensi di masa depan,â ungkapnya.
Faktor genetik yang berperan dalam hipertensi meliputi:
- Fungsi ginjal dalam mengatur keseimbangan natrium (garam) dan cairan tubuh.
- Kekakuan pembuluh darah akibat faktor bawaan.
- Respons tubuh terhadap hormon stres, seperti adrenalin dan sistem renin-angiotensin.
Namun, faktor lingkungan seperti pola makan tinggi garam, obesitas, kurang olahraga, serta stres kronis dapat memperberat dan mempercepat terjadinya hipertensi.
Tanda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai
Penyakit jantung dan hipertensi sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Meski demikian, beberapa keluhan berikut perlu segera diwaspadai:
- Nyeri atau rasa tertekan di bagian dada.
- Sesak napas saat melakukan aktivitas fisik.
- Detak jantung yang tidak teratur atau berdebar.
- Mudah lelah atau sering merasa pusing.
- Pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki.
- Tekanan darah tinggi yang sulit dikontrol dengan obat biasa.
Bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, disarankan melakukan pemeriksaan jantung secara rutin minimal satu hingga dua kali per tahun.
Cara Mencegah Penyakit Jantung dan Hipertensi Turunan
Walaupun faktor genetik tidak dapat diubah, penerapan gaya hidup sehat terbukti mampu menurunkan risiko secara signifikan. Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain:
- Menjaga Pola Makan Sehat
- Batasi konsumsi garam, lemak jenuh, dan gula berlebih.
- Perbanyak konsumsi sayur, buah, ikan, dan biji-bijian.
Rutin Berolahraga
- Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari, 5 kali seminggu.
- Pilih olahraga seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda.
Menghindari Merokok dan Alkohol Berlebihan
- Zat dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah secara drastis.
Mengendalikan Berat Badan
- Obesitas meningkatkan risiko hipertensi dan penyakit jantung koroner secara sistemik.
Mengelola Stres dengan Baik
- Stres kronis dapat meningkatkan hormon yang memicu lonjakan tekanan darah tinggi.
Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Berkala
- Pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, gula darah, serta EKG secara rutin sangat dianjurkan bagi individu dengan riwayat keluarga.
Pemeriksaan Deteksi Dini yang Disarankan
Bagi Anda yang memiliki faktor risiko genetik, beberapa pemeriksaan medis yang dapat dipertimbangkan meliputi:
- EKG (Elektrokardiogram): Untuk mendeteksi adanya gangguan irama jantung.
- Ekokardiografi (USG Jantung): Untuk menilai struktur serta fungsi pompa jantung.
- CT Calcium Score atau MSCT Jantung: Mendeteksi penyempitan atau plak pada pembuluh darah.
- Tes Darah Laboratorium: Untuk menilai kadar kolesterol, gula darah, dan fungsi ginjal.
Konsultasikan dengan dokter spesialis jantung untuk menentukan jenis pemeriksaan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda saat ini.
Kesimpulan
Penyakit jantung dan hipertensi memang dapat diturunkan dalam keluarga, terutama bila disertai dengan pola hidup tidak sehat. Namun, faktor genetik bukanlah takdir yang tidak bisa diubah. Dengan menerapkan gaya hidup sehat, menjaga berat badan ideal, serta melakukan pemeriksaan rutin, risiko penyakit jantung dan hipertensi dapat dikendalikan.
âMengenali riwayat keluarga sejak dini dan melakukan langkah pencegahan yang tepat merupakan kunci utama untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah komplikasi serius, seperti serangan jantung dan stroke,â ucap dr. Febtusia.
- Obesitas
- Kardiologi
- Gagal Jantung
- darah tinggi
- Kolesterol Tinggi
- aritmia
- stroke
- hipertensi
- dr. Febtusia Puspitasari Sp.JP
- Dokter Spesialis Jantung
- Pemeriksaan Jantung Rutin
- Deteksi Dini Jantung
- Penyakit Jantung Koroner (PJK)
- Kardiomiopati
- Hiperkolesterolemia Familial
- Faktor Genetik Penyakit Jantung
- Penyakit Keturunan
- riwayat keluarga
- Stres Kronis
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Grab Indonesia dan Mitra Pengemudi Bagikan 20.000 Takjil di 40 Kota
-
Sandy Ryan Berhasil Mempertahankan Sabuk Juara Dunia WBC
-
Pengunjung Kebun Raya Bogor Melonjak 40 Persen saat Lebaran
-
Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan Ramaikan Sirkuit Mandalika
-
Bahaya Tersembunyi Bahan Pengawet di Makanan Kemasan, Picu Risiko Hipertensi hingga Serangan Jantung
-
Kapan Idul Fitri? Kemenag: Tunggu Hasil Sidang Isbat 19 Maret 2026
-
SuperLeague FIBA 3x3 2026 Menyediakan Jalur ke Challenger dan World Tour
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.