Dari Pantai ke Event, Bali Punya Peluang Besar Kembangkan Wisata Olahraga

Senin, 23 Mar 2026, 15:30 WIB

DENPASAR – Kalau bicara soal potensi sport tourism, Bali sebenarnya sudah punya “modal alami” yang sulit ditandingi. Alamnya lengkap—pantai, gunung, hingga jalur-jalur menantang—semuanya bisa jadi arena olahraga yang sekaligus menawarkan pengalaman liburan.

Nggak heran kalau berbagai kegiatan mulai dari lari maraton, triathlon, sampai surfing sering digelar di sini. Pesertanya pun bukan cuma dari dalam negeri, tapi juga datang dari berbagai negara. Mereka bukan sekadar bertanding, tapi juga menikmati suasana Bali yang khas.

Ket. Foto: Ilustrasi - Sejumlah pelari mengikuti Mandiri Nusa Dua International Run 2019 di Jalan Tol Bali Mandara, Bali. — Sumber: ANTARA FOTO/ Fikri Yusuf.

Di sisi lain, sport tourism ini juga membuka peluang ekonomi yang luas. Hotel, restoran, pelaku UMKM, sampai penyedia jasa wisata ikut merasakan dampaknya. Event olahraga jadi semacam “magnet” yang menarik kunjungan sekaligus memperpanjang masa tinggal wisatawan.

Tinggal bagaimana pengelolaannya terus ditingkatkan—mulai dari infrastruktur, promosi, hingga penyelenggaraan event yang konsisten. Kalau itu bisa dijaga, Bali bukan cuma dikenal sebagai destinasi liburan, tapi juga sebagai panggung olahraga kelas dunia yang selalu dinanti.

Gubernur Bali Wayan Koster menyoroti peluang Bali dalam mengembangkan olahraga sebagai bagian dari pariwisata.

“Olahraga tidak hanya sebagai sarana peningkatan kesehatan jasmani dan rohani, tetapi juga sebagai bagian dari pariwisata, sebagai destinasi dunia, Bali sangat potensial mengelola olahraga menjadi event pariwisata berkualitas,” kata Koster di Denpasar, Senin (23/3).

Dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Bali itu, ia menyampaikan banyak wisatawan yang datang ke Pulau Dewata tidak hanya untuk menikmati alam, namun juga menikmati ajang olahraga.

Dengan bibit sumber daya manusia yang bagus dan keunggulan pariwisata, maka semestinya potensi ini bisa diambil dengan menggelar beragam ajang olahraga.

Namun sayangnya, Pemprov Bali memandang pengembangan sumber daya manusia untuk memajukan pariwisata olahraga ini masih kurang.

Seperti dalam Pekan Olahraga Nasional (PON), dimana pada PON Papua posisi Bali di lima besar dan PON Aceh-Sumut Bali di posisi peringkat tujuh yang menurut dia belum terlalu membanggakan.

“Posisi lima itu biasa saja, jangan terlalu dibanggakan, kalau kita serius dan bekerja maksimal, kita bisa lebih dari itu,” ucap Koster.

Gubernur Bali sendiri mengakui pada periode pertama kepemimpinannya pengembangan olahraga sempat terhambat pandemi Covid-19.

Namun pada periode kedua ini, Pemprov Bali berkomitmen mendorong penuh Bali sebagai destinasi pariwisata olahraga.

Koster memetakan, saat ini yang perlu dilakukan Bali adalah fokus pada cabang olahraga yang menjadi kekuatan alami Bali seperti pencak silat dan karate yang sesuai dengan karakter dan kultur masyarakat Bali.

“Kita harus realistis, secara fisik kita tidak unggul di semua cabang seperti voli atau sepak bola, tapi kita kuat di silat dan karate, fokus di situ dulu,” katanya.

Untuk itu langkah yang dilakukan adalah memperkuat ekosistemnya terutama dalam hal pembibitan atlet, pengorganisasian, dan penyediaan sarana pendukung prestasi.

Selama ini menurutnya, capaian yang diperoleh atlet bisa terjadi secara alami, bukan hasil pembinaan yang terstruktur.

“Pembibitan belum optimal, banyak yang berhasil karena faktor natural, bukan sistem, ini yang harus diperbaiki,” ujarnya.

Pemprov Bali sendiri memastikan akan menyiapkan skema pendanaan yang lebih baik, baik melalui APBD maupun dukungan CSR, sembari meminta KONI Bali meningkatkan kinerja organisasi.

Melalui Musorprov KONI Bali ini, ia berharap terbentuk kepengurusan yang solid dan mampu melakukan konsolidasi organisasi secara maksimal.

“Saya tidak punya kepentingan apa-apa, kepentingan saya hanya satu bagaimana olahraga Bali bisa lebih baik dan menjadi kebanggaan kita semua,” tutur Gubernur Koster.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.