Danau Singkarak Ramai Lagi, Wisatawan Mulai Berdatangan Usai Bencana

Senin, 23 Mar 2026, 06:55 WIB

TANAH DATAR – Destinasi wisata Danau Singkarak di Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali ramai di momen libur Lebaran. Setelah sempat terdampak bencana, kini suasananya mulai bangkit—lebih hidup, lebih ramai.

Pengunjung berdatangan untuk menikmati panorama danau yang tenang, udara sejuk, serta suasana alam yang menenangkan.

Ket. Foto: Danau Singkarak di Sumatera Barat. — Sumber: Antara.

Bagi banyak orang, liburan ke sini bukan cuma soal rekreasi, tapi juga jadi tanda bahwa kawasan ini perlahan pulih dan kembali menyambut siapa saja yang ingin singgah.

Fatur Rahman, General Manager Eco Park Syariah Tan Kayo, mengatakan bahwa jumlah kunjungan selama musim libur ini diperkirakan bisa mencapai 800 pengunjung per hari.

Melonjak tajam dibandingkan pada Januari dan Februari dengan jumlah pengunjung per bulannya hanya berkisar 500 orang.

“Bulan Ramadhan kami berbenah, payung tenda kita baru, bangunan dicat lagi menyambut wisatawan, kebetulan pula ada pulang basamo. Sangat terasa jika dibandingkan waktu sesudah bencana,” katanya pada Minggu (22/3).

Kendati jumlah tersebut turun drastis dibandingkan Lebaran tahun lalu dengan jumlah pengunjung mencapai 1.500 per harinya, tetapi sebanyak 15 fasilitas penginapan atau cottage yang tersedia, telah penuh dipesan hingga 2 April 2026.

Tipe kamar yang disediakan terdiri dari dua, yakni tipe superior dengan harga mulai dari Rp750 ribu, dan tipe deluxe dengan harga di mulai dari Rp850 ribu per malam.

“Alhamdulillah, kalau untuk Lebaran sekarang sampai 2-3 April, penuh booking. Dari kemarin, sampai tanggal 2 April,” ucapnya.

Rata-rata pemesanan kamar penginapan, lanjutnya, berasal dari wisatawan dari luar Sumatera Barat, mulai dari Pekanbaru, Medan, Jambi, Bengkulu, Palembang, bahkan Jakarta. Sedangkan untuk pengunjung destinasi wisata didominasi dari dalam provinsi, dengan harga tiket Rp15 ribu untuk dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak di bawah 12 tahun.

“Untuk pengunjung umum biasa aja, lebih banyak Sumbar ya pasti dan karena ini bertepatan mudik, ada yang pulang basamo juga. Warga-warga di Sumatera Barat yang lebih banyak. Sambil berlebaran, mereka datang, santai sejenak, makan-makan, nikmat kuliner kita, pulang,” ucapnya.

Lebih lanjut, Fatur menyampaikan bahwa destinasi wisata tersebut sebelumnya sempat terisolir selama 10 hari dan menjadi tempat penampungan penyintas bencana. Menurutnya, daerah Malalo, tepatnya Nagari Guguak Malalo dan Nagari Padang Laweh Malalo, memiliki lima sungai yang bermuara ke Danau Singkarak dengan jarak berdekatan.

Salah satu jembatan yang terletak tidak jauh dari destinasi wisata itu, bahkan sempat putus akibat dihantam banjir bandang. Namun, jembatan armco kini telah dibangun, sehingga mobilitas warga tidak lagi terhambat.

Adapun berdasarkan data Dashboard Satu Data Bencana Sumatera Barat, sebanyak 144 uni bangunan di Nagari Guguak Malalo mengalami kerusakan dengan total kerugian mencapai Rp17,2 miliar. Sedangkan di Nagari Padang Laweh Malalo, sebanyak 20 unit bangunan terdampak dengan kerugian Rp4,5 miliar.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.