Perkuat Infrastruktur AI, Biznet Gio Gandeng AMD untuk Transformasi Cloud di Indonesia
Minggu, 22 Mar 2026, 23:38 WIBJAKARTA â Biznet Gio Cloud, penyedia layanan cloud lokal terkemuka di Indonesia, secara resmi mengumumkan peningkatan infrastruktur pusat datanya dengan mengadopsi prosesor server AMD EPYCâ¢. Langkah strategis ini diambil untuk menjawab tantangan skalabilitas dan efisiensi energi di tengah meroketnya permintaan adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Machine Learning di tanah air.
Di pasar yang kompetitif, memberikan performa tinggi dengan biaya efisien menjadi kunci utama. Biznet Gio mencatat bahwa transisi ke CPU AMD EPYC⢠memberikan keunggulan kompetitif yang dibutuhkan untuk menjaga Service Level Agreement (SLA) sebesar 99,99%, sembari mengoptimalkan kebutuhan perangkat keras yang terus meningkat akibat beban kerja AI.
Solusi Efisiensi di Tengah Kelangkaan Komponen Global
Industri teknologi global saat ini tengah menghadapi tantangan rantai distribusi, termasuk kelangkaan RAM dan SSD. Saputro Aryulianto, VP of Technology Operations Biznet Gio Cloud, menjelaskan bahwa pemilihan AMD membantu perusahaan mengatasi hambatan tersebut melalui waktu pengiriman yang lebih singkat dan performa yang lebih padat.
"Kami telah bekerja dengan CPU AMD EPYC sejak seri 7003 dan kini terus beralih ke Generasi 4 dan 5. Saat ini, kami memiliki lebih dari 350 server bare metal bertenaga AMD," ujar Ary. "AMD menawarkan kombinasi kuat antara jumlah core tinggi dan kecepatan clock di atas 3GHz, yang sangat krusial bagi densitas data center kami," tambahnya melalui siaran pers baru-baru ini.
Infrastruktur Bertenaga GPU untuk Komputasi Masa Depan
Seiring peluncuran produk NEO GPU dan NEO Metal, Biznet Gio kini fokus pada penyediaan layanan Virtual Machine (VM) dan bare metal yang diakselerasi oleh unit pemrosesan grafis (GPU). Produk ini dirancang khusus untuk mendukung beban kerja berat seperti Large Language Models (LLM) dan pengolahan data saintifik.
Dalam pengujian internal, efisiensi yang ditawarkan AMD terbukti signifikan. Kepadatan core yang lebih tinggi memungkinkan Biznet Gio mengurangi biaya lisensi perangkat lunak berbasis soket hingga 20%. Selain itu, dari sisi keberlanjutan lingkungan, penggunaan AMD EPYC⢠mampu mengurangi konsumsi daya hingga 8% dan menekan emisi karbon sebesar 2.100 kg per server.
Komitmen pada Ekosistem Terbuka dan Ekspansi Regional
Biznet Gio juga mulai mengeksplorasi penggunaan akselerator AMD Instinct⢠dengan memanfaatkan ekosistem ROCm⢠yang bersifat open-source. Langkah ini diambil untuk menghindari ketergantungan pada satu vendor tertentu (vendor lock-in) serta memanfaatkan dukungan komunitas yang luas dalam pengembangan AI.
"Kami memberikan nilai sepuluh untuk CPU AMD EPYC. Jika Anda membandingkan data benchmark secara langsung, AMD berada di posisi teratas," tegas Ary.
Saat ini, Biznet Gio telah beroperasi di tiga wilayah data center di Indonesia dan segera melakukan ekspansi ke wilayah keempat di Bali. Perusahaan juga merencanakan ekspansi ke pasar Asia Pasifik (APAC) serta meluncurkan produk inovatif seperti NEO DNS dan NEO CDN yang seluruhnya akan berjalan di atas infrastruktur AMD.
- Pusat Data
- Data Center
- Biznet Gio Cloud
- AMD EPYC Indonesia
- Infrastruktur Cloud AI
- Data Center Hemat Energi
- AMD Instinct GPU
- Layanan Bare Metal
- Cloud Provider Indonesia
- Efisiensi Biaya Server
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Panen raya durian Cengal Bogor
-
Pemkab Sampang Gaspol Tekan Stunting, Kelas Ibu Balita Jadi Strategi Utama
-
Klinik Eksekutif RSUD Jadi Subsidi Silang
-
Baznas RI Buka Pendaftaran Beasiswa Santri 2026 untuk 2.500 Dhuafa Berprestasi
-
Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Ganja via Media Sosial di Balikpapan.
-
NetApp Hadirkan Operasi Otonom Berbasis AI untuk Infrastruktur Hibrida
-
Menkum Sebut Indonesia Tidak Mengemis Royalti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.