Satgas Ketahanan Pangan Kota Pontianak Pantau Harga dan Pasokan Pangan di Pasar

Kamis, 29 Okt 2026, 13:09 WIB

PONTIANAK – Satuan Tugas Ketahanan Pangan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, memantau harga dan pasokan kebutuhan pokok di Pasar Flamboyan dan sejumlah supermarket untuk memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga di tingkat konsumen.

“Cabai tadi mengalami penurunan. Dari sekitar Rp120 ribu, sekarang ada yang Rp96 ribu, Rp98 ribu bahkan Rp86 ribu per kilogram. Penurunannya cukup besar, sekitar 20 persen,” kata Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah saat pemantauan di Pontianak, Kamis (29/10).

Ket. Foto: Satgas Ketahanan Pangan Kota Pontianak saat memantau harga komoditas di Pasar Flamboyan, Kamis (29/10/2026). — Sumber: ANTARA

Ia mengatakan secara umum kondisi pangan di Kota Pontianak masih relatif stabil. Selain cabai, harga bawang juga cenderung menurun, sedangkan telur ayam dan daging ayam relatif stabil. Beberapa jenis ikan mengalami sedikit kenaikan harga.

Salah seorang pedagang cabai cakra di Pasar Flamboyan, Sila (18), mengatakan harga cabai saat ini Rp96 ribu per kilogram, turun dibandingkan dua bulan lalu yang sempat mencapai Rp150 ribu per kilogram.

“Sekarang Rp96 ribu per kilogram. Paling mahal sempat Rp150 ribu per kilo dua bulan lalu,” katanya.

Sementara itu, pedagang ikan Aditya mengatakan harga ikan tongkol saat ini Rp45 ribu per kilogram. Menurut dia, perubahan harga dipengaruhi ketersediaan pasokan.

“Kalau tongkol sekarang Rp45 ribu per kilo. Naik turunnya tergantung suplai, kosong atau tidak,” ujarnya.

Amirullah mengatakan hasil pemantauan dan wawancara dengan pedagang menunjukkan belum ada persoalan berarti terkait produksi maupun distribusi bahan pangan. Ketersediaan kebutuhan pokok juga dinilai mencukupi.

Ia menjelaskan pemantauan dilakukan secara rutin untuk mengawasi perkembangan harga, memastikan kelancaran distribusi, serta mendeteksi lebih awal potensi gangguan pasokan.

Satgas Ketahanan Pangan juga berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan perangkat daerah terkait untuk menjaga ketersediaan serta keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

Jika terjadi lonjakan harga signifikan atau gangguan pasokan, pemerintah dapat melakukan intervensi melalui operasi pasar, seperti yang sebelumnya dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kota Pontianak.

“Untuk sekarang kondisinya masih relatif stabil. Tetapi pemantauan tetap kita lakukan supaya kalau ada perubahan, pemerintah bisa segera mengambil langkah,” kata Amirullah.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.