Cadangan BBM Cukup 28 Hari, Masyarakat diminta Jangan Panic Buying
Kamis, 19 Mar 2026, 11:44 WIBÂ JAKARTA-Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung meminta masyarakat tetap tenang menjelang lebaran Idulfitri 2026 karena pemerintah telah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan pasokan listrik berada dalam kondisi aman. Saat ini, cadangan BBM nasional tercatat berada pada kisaran 27-28 hari, sehingga kebutuhan masyarakat dipastikan masih dapat terpenuhi dengan baik.
"Hari ini saya melakukan pengecekan ketersediaan BBM dan juga kehandalan kelistrikan untuk sistem Jawa Tengah. jadi, untuk ketersediaan BBM, cadang mnimal itu justru jauh sudah terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik lebaran 2026 ini," kata Yuliot saat mengecek ketersediaan BBM di Rest Area KM 379A Batang, Rabu (18/3).
Yuliot menjelaskan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasokan energi, baik untuk kebutuhan transportasi maupun kelistrikan, masih berada pada tingkat yang aman. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir, termasuk menghindari pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM selama periode libur Lebaran. Kebijakan ini berlaku baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah, sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM sesuai kebutuhan.
"Kita belum ada pembatasan. Itu baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat, juga oleh pemerintah daerah," jelas Yuliot.
Meski demikian, Yuliot mengimbau masyarakat untuk tetap tertib saat mengisi BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama jika terjadi antrean.
"Jadi, untuk masyarakat yang mengantre di SPBU, tolong bersabar, jangan ada kericuhan. Tentu kita melayani secepat mungkin," ungkapnya.
Selain BBM, Yuliot juga memastikan bahwa pasokan listrik dalam kondisi terkendali. Ia menyebut daya mampu sistem kelistrikan saat ini mencapai 52 gigawatt, sementara beban puncak berada di angka 35 persen. Dengan demikian, masih tersedia cadangan atau risk margin sekitar 48 persen dari rata-rata kebutuhan harian.
"Jadi, kita memiliki cadangan atau risk margin sekitar 48 persen. Jadi, masyarakat yang perlu khawatir," jelasnya.
Menurut Yuliot, pemerintah terus bekerja keras menjaga kestabilan pasokan energi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dari Sabang hingga Merauke, termasuk dalam mendukung kelancaran mudik dan perayaan Idulfitri. Ia menegaskan bahwa ketersediaan energi menjadi perhatian utama pemerintah, terutama pada periode meningkatnya kebutuhan seperti menjelang hari raya.
"Jadi, kita mengharapkan ketersediaan BBM bagi masyarakat itu bisa terpenuhi dari Sabang sampai dengan Merauke, bagi masyarakat yang merayakan Idulfidri. Ini kita bekerja keras untuk menjaga ketersediaan energi,"pungkas dia
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
- Arus Mudik Lebaran
- Harga Minyak Dunia Meroket
- stok bbm lebaran 2026
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4
-
Barcelona Siap Hadapi Racing Santander, Camp Nou Jadi Tuan Rumah Final Liga Champions 2029
-
Minyak Dunia Naik, APBN Terancam Tertekan, Ini Langkah Anstisipasi Pemerintah
-
Badan Geologi: Gempa M7,7 di Timur Laut Nagekeo Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores
-
Usai B50, Prabowo Perintahkan E50! RI Siap Setop Impor Bensin 40 Juta Kiloliter
-
OJK Ungkap Jumlah Akun Pengguna Keuangan Digital Capai 22,93 Juta
-
Detik-Detik Sidang Tahunan MPR RI, Tamu Undangan Satu per Satu Berdatangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.