- Home
-
- Luar Negeri
-
- Abbas Araghchi Kritik Emma...
Abbas Araghchi Kritik Emmanuel Macron Soal Serangan ke Infrastruktur Iran
Kamis, 19 Mar 2026, 16:40 WIBTeheran - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Kamis (19/3), mengkritik Presiden Prancis Emmanuel Macron karena dinilai tidak bereaksi atas serangan terhadap infrastruktur energi Iran, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Macron sebelumnya menyatakan di media sosial bahwa ia telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump dan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani mengenai serangan Iran terhadap fasilitas gas di Qatar.
Ia menyerukan larangan serangan terhadap infrastruktur sipil.
Namun, Araghchi menilai sikap Macron tidak konsisten.
âMacron tidak mengucapkan satu kata pun untuk mengutuk perang Israel-AS terhadap Iran. Ia juga tidak mengecam Israel saat meledakkan tangki bahan bakar di Teheran yang membahayakan jutaan orang. Kekhawatirannya sekarang muncul setelah Iran membalas. Menyedihkan!â tulisnya di platform X.
Pada Rabu, perusahaan energi milik negara Qatar, QatarEnergy, melaporkan serangan rudal dan kebakaran di kawasan industri Ras Laffan di utara negara itu, yang merupakan lokasi kompleks produksi gas alam cair terbesar Qatar.
Iran sebelumnya memperingatkan akan menargetkan infrastruktur energi di Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab sebagai balasan atas serangan Israel dan AS terhadap ladang gas South Pars.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Pada awalnya, AS dan Israel menyatakan serangan tersebut sebagai langkah âpencegahanâ terhadap ancaman program nuklir Iran. Namun, kemudian keduanya juga menyatakan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
Tanpa Kepastian Hukum, Indonesia Hanya Jadi Pasar, Bukan Tujuan Investasi
-
Aturan Perlindungan UMKM Terbit, Ekosistem Marketplace Dipaksa Lebih Adil
-
Targetkan Tampung 2.500 Mahasiswa di Akhir 2026, ITSB Incar Status Research University
-
Gubernur NTT Pastikan Larangan Isi BBM bagi Penunggak Pajak Tetap Diberlakukan
-
Rittal Perkuat Industri Manufaktur Indonesia Lewat Modification Center Berbasis Digital Engineering
-
AS Bantu Cari Korban Pascagempa Venezuela
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.