Paruh Awal 2026, Konsolidasi BUMN Logistik Makin Ngebut

Rabu, 18 Mar 2026, 16:00 WIB

JAKARTA – Merger BUMN di sektor logistik bisa dibilang jadi langkah “rapihin barisan” supaya layanan makin efisien dan nggak jalan sendiri-sendiri.

Selama ini, banyak pemain pelat merah di bidang logistik punya peran masing-masing, tapi kadang masih tumpang tindih dan belum sepenuhnya terintegrasi.

Ket. Foto: Gedung Graha Pos Indonesia di Bandung, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/ Ricky Prayoga.

Dengan digabung atau disinergikan, harapannya rantai distribusi jadi lebih ringkas, biaya bisa ditekan, dan layanan ke masyarakat maupun pelaku usaha jadi lebih cepat.

Apalagi di era sekarang, kebutuhan logistik yang gesit itu penting banget—baik untuk e-commerce, industri, sampai distribusi kebutuhan pokok.

Di sisi lain, merger ini juga jadi strategi buat memperkuat daya saing, bukan cuma di dalam negeri tapi juga menghadapi pemain global.

Jadi, bukan sekadar gabung nama, tapi juga upaya membangun ekosistem logistik yang lebih solid, modern, dan siap mengikuti ritme kebutuhan zaman.

Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyebut merger BUMN di sektor logistik akan segera rampung di semester pertama 2026.

Dalam keterangan di Jakarta, Selasa (17/3), Dony menyampaikan PT Pos yang menjadi jangkar BUMN di sektor logistik akan diperkuat dengan konsolidasi sejumlah anak usaha BUMN sektor logistik. Anak usaha itu di antaranya Semen Logistik, Pupuk Logistik, Angkasa Pura Logistik, dan KAI Logistik.

Menurut dia, konsolidasi ini adalah untuk membentuk ekosistem BUMN logistik yang kuat dan efisien.

"Karena kita punya anak-anak perusahaan yang bergerak di bidang logistik itu totalnya banyak sekali kan. Kita mau bikin lebih efisien, lebih baik, lebih strong, maka langkah selanjutnya adalah merger," kata Dony.

Dony mengatakan, konsolidasi BUMN logistik direncanakan rampung dalam semester pertama di tahun ini. Diawali dengan perubahan struktur direksi di PT Pos yang sudah rampung, kini proses konsolidasi seluruh BUMN sektor logistik sedang berjalan.

Lebih lanjut, kata Dony, pada prinsipnya proses optimalisasi BUMN mengacu pada semangat untuk menciptakan bisnis yang lebih efektif dan efisien. Optimalisasi itu di antaranya melalui konsolidasi.

"Setelah melakukan fundamental business review seluruh perusahaan, hasilnya ada empat. Yang pertama ada di likuidasi, kedua ada di divestasi, ketiga konsolidasi, dan keempat dilakukan restrukturisasi," ujar Dony.

Dalam sektor logistik optimalisasi lewat konsolidasi dinilai akan semakin memperkuat peran BUMN yang tak hanya dalam ekosistem bisnis logistik dalam negeri melainkan juga regional. Hal ini sekaligus untuk menjamin semakin lancarnya alur distribusi logistik dari suplier pada masyarakat.

  • konsolidasi bumn logistik

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.