Pelni Tambah Kapal untuk rute Ambon-Jakarta pada Mudik 2026

Selasa, 17 Mar 2026, 02:05 WIB

AMBON -- PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Ambon mengoperasikan tiga kapal penumpang tambahan atau kapal perbantuan untuk melayani rute Ambon-Jakarta guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran 2026.

Kepala Cabang Pelni Ambon Marthin Haryanto di Ambon, Senin, mengatakan penambahan armada tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan transportasi masyarakat yang hendak mudik dari Maluku menuju wilayah barat Indonesia dapat terlayani dengan baik.

Ket. Foto: Suasana pelabuhan Yos Sudarso Ambon saat mudik lebaran 2026. — Sumber: ANTARA/Dedy Azis

“Pada periode arus mudik tahun ini kami mengoperasikan beberapa kapal yang melayani konektivitas dari Ambon menuju Jakarta, baik secara langsung maupun melalui pelabuhan transit, dengan penambahan kapal ini total ada 15 kapal yang digunakan untuk melayani arus mudik Idul Fitri 2026,” katanya.

Ia menjelaskan, pada Maret hingga awal April 2026 terdapat sejumlah kapal yang dijadwalkan singgah di Pelabuhan Ambon dan melayani rute menuju wilayah barat Indonesia, di antaranya KM Sinabung, KM Gunung Dempo, serta KM Dobonsolo.

Berdasarkan jadwal operasional kapal penumpang Pelni Cabang Ambon, ketiga kapal tersebut dijadwalkan singgah di Ambon sebelum melanjutkan pelayaran menuju sejumlah pelabuhan besar seperti Surabaya dan Tanjung Priok, Jakarta.

Marthin mengatakan keberadaan kapal-kapal tersebut menjadi bagian dari strategi Pelni untuk memperkuat layanan transportasi laut pada masa mudik Lebaran, mengingat Maluku merupakan wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada konektivitas kapal penumpang.

“Tambahan kapal ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan penumpang serta memberikan lebih banyak pilihan jadwal bagi masyarakat yang hendak mudik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pelni juga terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan instansi terkait di Ambon guna memastikan kelancaran embarkasi dan debarkasi penumpang selama periode angkutan Lebaran.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk membeli tiket secara resmi melalui kanal penjualan Pelni dan merencanakan perjalanan lebih awal guna menghindari kehabisan tiket pada masa puncak arus mudik.

“Kami mengingatkan calon penumpang agar membeli tiket melalui kanal resmi dan datang lebih awal ke pelabuhan untuk proses pemeriksaan dokumen dan boarding,” kata Marthin.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Laut (Kabid Lala) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon Iyan Ashari mengatakan puncak arus mudik Lebaran melalui transportasi laut di Ambon diperkirakan terjadi pada 16 Maret 2026 atau sekitar H-4 Idul Fitri.

Menurut dia, prediksi tersebut didasarkan pada tren pergerakan penumpang kapal laut pada tahun-tahun sebelumnya serta laporan rencana operasi dari perusahaan pelayaran yang melayani rute di wilayah Maluku.

“Berdasarkan analisis data pergerakan penumpang dan jadwal kapal, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 16 Maret 2026 atau sekitar H-4 Lebaran,” katanya.

Ia menjelaskan, jumlah penumpang kapal laut pada periode angkutan Lebaran 2026 diprediksi mencapai sekitar 62.909 orang, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 61.750 penumpang.

Data KSOP Ambon menunjukkan tren peningkatan jumlah penumpang dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022 jumlah penumpang tercatat 29.847 orang, kemudian meningkat menjadi 60.477 orang pada 2023, dan kembali naik menjadi 71.676 orang pada 2024, sebelum sedikit menurun menjadi 61.750 orang pada 2025.

Menurut Iyan, proyeksi peningkatan pada 2026 dihitung dari rata-rata pertumbuhan jumlah penumpang pada tahun-tahun sebelumnya serta potensi peningkatan mobilitas masyarakat selama libur panjang Idul Fitri.

  • Angkutan Mudik Lebaran

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.