Lebaran 2026, Puluhan Faskes di Mojokerto Tetap Buka! Warga Tak Perlu Khawatir

Selasa, 17 Mar 2026, 11:15 WIB

 Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menyiagakan puluhan fasilitas kesehatan yang bisa diakses masyarakat yang sakit saat Lebaran 2026.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa, di Mojokerto, Selasa, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan pemangku kepentingan yang lain terkait kesiapan layanan kesehatan.

Ket. Foto: Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa di sela rapat koordinasi Pemkab Mojokerto bersama dengan pemangku kepentingan di kabupaten setempat jelang Lebaran 2026. — Sumber: Antara Foto

"Kesiapan layanan kesehatan juga terus diperkuat dengan menyiagakan fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Mojokerto, meliputi 1 Public Safety Center (PSC), 12 rumah sakit, 27 puskesmas, serta 6 pos kesehatan yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa libur Lebaran," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk TNI, Polri, perangkat daerah, serta instansi terkait yang telah berkomitmen mendukung pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

"Kami memastikan kesiapan seluruh unsur dalam mendukung kelancaran, keamanan, dan keselamatan masyarakat selama periode mudik Lebaran," ujarnya.

Ia menjelaskan, tradisi mudik yang menjadi bagian dari perayaan Idul Fitri akan memicu peningkatan signifikan pergerakan masyarakat.

"Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 diperkirakan berlangsung pada 13 hingga 31 Maret 2026 dengan puncak pergerakan masyarakat terjadi pada 15 hingga 27 Maret 2026. Potensi pergerakan masyarakat secara nasional bahkan diprediksi mencapai sekitar 143,9 juta orang," katanya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut diperkirakan akan berdampak pada meningkatnya volume kendaraan, kepadatan lalu lintas, serta aktivitas masyarakat di berbagai pusat keramaian.

"Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu melakukan persiapan matang guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran," ujarnya.

Sebagai salah satu wilayah strategis di Jawa Timur, lanjut Barraa, Kabupaten Mojokerto memiliki peran penting sebagai jalur penghubung mobilitas masyarakat antardaerah, baik menuju Surabaya, Pasuruan maupun kawasan Malang Raya.

"Selain menjadi daerah lintasan, Kabupaten Mojokerto juga memiliki berbagai destinasi wisata serta pusat kegiatan ekonomi yang ramai dikunjungi masyarakat selama masa libur Lebaran," ujarnya.

Dalam mendukung kelancaran arus mudik, dia menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur jalan. Berdasarkan data yang ada, jaringan jalan di wilayah Kabupaten Mojokerto terdiri dari jalan nasional sepanjang sekitar 42,422 kilometer, jalan provinsi sepanjang 73,110 kilometer, serta jalan kabupaten sepanjang 1.166,393 kilometer.

Ia juga meminta perangkat daerah terkait untuk memastikan seluruh rambu lalu lintas, marka jalan, serta perlengkapan jalan lainnya dalam kondisi baik dan siap digunakan selama periode mudik Lebaran. Selain itu, kerusakan jalan di beberapa titik diminta segera ditangani agar tidak mengganggu kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat.

“Kerusakan jalan di beberapa titik harus segera ditangani sehingga tidak mengganggu kelancaran serta keselamatan masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik.” 

  • Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.