Pengembangan Pasar Tradisional Jayapura Diharap Kerek Perekonomian Setempat
Senin, 16 Mar 2026, 12:35 WIBJAYAPURA â Pengembangan Pasar Tradisional Sawoy di Distrik Kemtuk Gresik diharapkan dapat meningkatkan ekonomi Jayapura. Ini bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Bupati Jayapura Yunus Wonda, dalam keterangannya di Jayapura, Senin, mengatakan Pasar Sawoy yang baru diresmikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh pedagang.
"Sebelumnya, para pedagang berjualan di pinggir jalan, sehingga adanya pasar ini bisa menampung pedagang untuk berjualan dengan demikian aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan baik," katanya.
Menurut Wonda, pembangunan pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah setempat dalam meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat khususnya di wilayah pedesaan. "Kami harapkan ke depan Pasar Sawoy ini tidak hanya menjadi lokomotif baru penggerak perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan," ujarnya.
Dia menjelaskan pemerintah daerah terus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui pembangunan infrastruktur perdagangan. Dia menambahkan pihaknya juga telah menyerahkan bantuan alat traktor kepada masyarakat Kampung Sawoy guna mendukung kegiatan pertanian di daerah ini.
Pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan produksi pertanian seperti sayur-sayuran dari Kampung Sawoy dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. "Selain itu juga dapat penuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayapura," katanya lagi.
Soal Mudik
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Perhubungan (DIshub) setempat mengimbau masyarakat yang mengikuti program mudik kapal laut gratis Lebaran 2026 untuk mematuhi seluruh aturan selama berada di atas kapal demi menjaga keselamatan perjalanan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Papua Mathius Wally di Jayapura, Minggu, mengatakan faktor keselamatan menjadi hal utama dalam penyelenggaraan transportasi laut, terutama pada masa arus mudik, ketika jumlah penumpang meningkat cukup signifikan.
"Keselamatan perjalanan tidak hanya menjadi tanggung jawab operator kapal, tetapi juga memerlukan kesadaran serta kedisiplinan dari para penumpang yang menggunakan layanan transportasi tersebut," katanya.
Menurut Mathius, pada periode mudik biasanya terjadi lonjakan jumlah penumpang sehingga seluruh pengguna jasa transportasi diharapkan dapat menjaga ketertiban agar perjalanan berlangsung aman dan lancar.
"Karena itu kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan mematuhi aturan serta menjaga ketertiban selama perjalanan, agar program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah dapat berjalan aman dan nyaman bagi seluruh penumpang," ujarnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Era Nontunai Kian Dominan, BI Prediksi Transaksi Digital Melonjak 29,7% pada 2026
-
Berita Transfer Barcelona: Bek Kiri yang “Mematikan” Lamine Yamal Masuk Incaran Blaugrana
-
Serie A, LG Penentuan Juara bagi Inter
-
Sisa Tubuh Manusia Ditemukan dalam Pencarian 'Backpacker' Belgia yang Hilang di Hutan Belantara Tasmania
-
PLN Pastikan SPKLU Andal dalam Menyambut Nataru
-
Otorita IKN Urus Sertifikat Lahan Lima Investor Senilai 2,42 Triliun
-
Milad The Jakmania ke-28 di Monas Malam Ini, Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalin dan Ribuan Parkir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.