Pasang Target Ambisius! Pemkab Rejang Lebong Bidik PAD Pariwisata Rp600 Juta Tahun Ini
Minggu, 15 Mar 2026, 00:50 WIBREJANG LEBONG â Mengoptimalkan penerimaan asli daerah dari sektor pariwisata menjadi langkah penting untuk memperkuat keuangan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan pengelolaan destinasi wisata yang lebih baik, peningkatan fasilitas, serta promosi yang tepat sasaran, potensi kunjungan wisatawan dapat terus ditingkatkan.
Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula kontribusi yang bisa diperoleh daerah melalui pajak, retribusi, maupun aktivitas ekonomi pendukung lainnya.
Selain menambah pendapatan daerah, pengembangan sektor pariwisata juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, mulai dari sektor kuliner, penginapan, hingga ekonomi kreatif.
Karena itu, optimalisasi PAD dari pariwisata tidak hanya berdampak pada kas daerah, tetapi juga ikut mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menargetkan penerimaan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada 2026 sebesar Rp600 juta atau lebih besar dari tahun sebelumnya yang Rp240 juta.
"Target PAD sektor pariwisata pada tahun 2026 ini naik sekitar 150 persen," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Rejang Lebong Riki Irawan saat dihubungi di Rejang Lebong, Bengkulu, Sabtu (14/3).
Dia menjelaskan target PAD sektor pariwisata tersebut dipungut dari pengelolaan dua objek wisata milik Pemkab Rejang Lebong yakni Pemandian Suban Air Panas di Kecamatan Curup Timur dan Danau Mas Harun Bastari (DMHB) di Kecamatan Selupu Rejang.
Adanya peningkatan target PAD sektor pariwisata ini, kata dia, merupakan bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam rangka optimalisasi PAD.
"Untuk mencapai target ini kami meminta pengelola melakukan berbagai inovasi, seperti mempercantik kawasan wisata maupun menambah fasilitas pendukung lainnya agar wisatawan tertarik untuk berkunjung," tegasnya.
Menurut dia, saat ini di Kabupaten Rejang Lebong telah terjadi persaingan tempat wisata satu dengan lainnya secara ketat, karena banyaknya destinasi wisata yang dikelola pihak swasta maupun perorangan.
Selain memaksimalkan objek wisata yang sudah ada, Dinas Pariwisata Rejang Lebong, tambah dia, juga berencana menambah objek wisata baru milik pemerintah daerah.
"Kami juga akan melakukan penambahan objek wisata milik pemkab, seperti kawasan hutan kota di Kecamatan Curup Timur, kemudian Air Terjun Curup Lekat di Kecamatan Curup Tengah," sebut Riki.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
US Open 2026: Aldila Sutjiadi Jadi Unggulan Kesembilan Ganda Putri
-
Ironi Tongkok! Rekor Bangun Energi Surya dan Angin, tapi 360 TWh Listrik Bersih Terbuang Sia-sia
-
Trump Perketat Pengawasan AI, OpenAI hingga Google Wajib Serahkan Model Sebelum Rilis
-
58 Rig PDSI Siap Jadi "National Drilling Champion", Kunci Ketahanan Energi RI
-
Kemenbud: Lamin Mancong sebagai Monumen Harmonisasi dan Akulturasi Budaya di Kaltim
-
Pesawat Tempur Siluman F-35B Jatuh di California, Pilot Berhasil Melontarkan Diri
-
Kemenpar dan Kemenkum Berkolaborasi Lindungi Kekayaan Intelektual Pariwisata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.