Mengintensifkan Perawatan RTH untuk Mencegah Pohon Tumbang

Minggu, 15 Mar 2026, 22:37 WIB

Malang - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mengintensifkan proses perawatan ruang terbuka hijau (RTH) guna mengantisipasi munculnya peristiwa pohon tumbang yang bisa mengancam keselamatan masyarakat.

Pelaksana harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang Raymond Gamaliel Hatigoran Matondang di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu, mengatakan penanganan difokuskan pada lokasi yang dinilai menjadi pusat kepadatan lalu lintas.

Ket. Foto: Arsip Foto - Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan kegiatan perempesan atau pemangkasan pohon di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu. — Sumber: Antara

"Perempesan (pemangkasan) dilakukan karena kemarin angin cukup besar. Terutama di Jalan Jaksa Agung Suprapto dan Jalan Letjen Sutoyo yang berada di jalur lalu lintas padat," kata Raymond.

Upaya dari DLH ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut masa mudik Lebaran, di mana puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada Rabu (18/3).

Dari hasil pemetaan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, wilayah setempat akan dilintasi setidaknya 271.883 unit kendaraan bermotor. Sedangkan untuk arus keluar dari wilayah setempat diperkirakan sebanyak 271.092 kendaraan.

Apalagi selepas momen mudik, Kota Malang juga akan menjadi jujukan masyarakat untuk berwisata maupun menjadi tempat menginap wisatawan setelah melakukan liburan di wilayah Kota Batu dan Kabupaten Malang, Jawa Timur

Tak hanya itu, peristiwa angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu dan memicu terjadinya pohon tumbang di beberapa ruas jalan utama di Kota Malang juga menjadi dasar DLH melakukan upaya mitigasi.

"Kami targetkan 119 pohon untuk dilakukan perempesan," ujarnya.

Selain pemangkasan, pemeliharaan RTH meliputi penyiraman pada tanaman yang baru ditanam, terutama di kawasan Jalan Soekarno-Hatta.

Raymond menambahkan bahwa cara yang digunakan sebagai upaya menyiasati efisiensi anggaran. Pasalnya, adanya kebijakan tersebut membuat pihaknya belum bisa melakukan perbaikan fisik skala besar maupun penambahan RTH baru karena keterbatasan anggaran.

"Yang dilakukan saat ini oleh teman-teman (petugas DLH) adalah pemeliharaan itu. Karena memang anggaran yang peruntukannya untuk belanja modal setelah efisiensi sangat minim," tutur dia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.