Gubernur Jateng Nilai TNI Miliki Peran Besar dalam Swasembada Pangan Lewat Program TNI Manunggal Air Pertanian
Kamis, 13 Nov 2025, 13:23 WIBBANYUMAS - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan jajaran TNI telah memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan melalui penyediaan air irigasi dan air bersih bagi masyarakat perdesaan di berbagai daerah.
âSaya menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI yang telah memberikan kontribusi besar dalam rangka swasembada pangan. Air ini sangat penting, karena Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional,â katanya saat mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam peresmian Pompa Hidraulic Ram (Hidram) Tahap II dalam program TNI Manunggal Air Pertanian di Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Kamis (13/11).
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menindaklanjuti program tersebut bersama jajaran teritorial, mulai dari Kodim hingga Koramil, agar pelaksanaan di lapangan semakin kuat. Menurut dia, program TNI sangat membantu terutama pada musim kemarau.
Menurut dia, sinergi antara Pemprov Jateng dan TNI AD akan terus diperkuat guna memperluas akses air irigasi, mendukung swasembada pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
âIni (program pompa hidram) juga memperkuat sinergi antara seluruh kabupaten/kota dengan TNI,â kata Gubernur.
Sementara itu, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan program pengairan di Kecamatan Rawalo telah mengairi sekitar 1.004 hektare sawah, sehingga petani dapat menanam dua hingga tiga kali dalam setahun.
Menurut dia, dukungan dari Gubernur Jateng, Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan berbagai instansi terkait akan mempercepat pencapaian target ketahanan pangan nasional.
âMudah-mudahan program-program Presiden untuk ketahanan pangan, terutama yang tadah hujan, bisa berjalan selaras,â katanya.
Maruli mengatakan sejak 2022, TNI AD telah membangun hampir 80 titik air bersih di Banyumas dan membantu ratusan rumah melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
Penanggung jawab program, Mayor CPN Yohanes Tito mengatakan sistem pompa hidram memanfaatkan debit air Bendungan Gerak Serayu sebesar 21.000 liter per detik.
Dalam hal ini, kata dia, sebanyak 44 unit pompa menghasilkan total debit 109,72 liter per detik untuk mengairi 717 hektare sawah di tiga desa.
"Sistem tersebut bekerja tanpa listrik sehingga tidak menambah beban biaya masyarakat," katanya.
- Gubernur Jateng
- Swasembada Pangan
- Peran Besar TNI
- Program TNI Manunggal Air Pertanian
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
IHSG Hari Ini Akhirnya Menguat, Mampukah Tren Positif Berlanjut?
-
Pemprov Jawa Timur Lakukan Penanganan Simultan Atasi Dampak Kemarau Panjang yang Melanda 24 Kabupaten/Kota
-
Pemerintah Bidik Peremajaan 9.000 Hektare Kelapa, Saatnya Dongkrak Produktivitas
-
Garam Bima Naik Kelas! Sudah Halal, Kantongi BPOM dan Siap Saingi Garam Impor
-
Truk Hantam Sepeda Motor di Bundaran Cibiru Bandung, Satu Orang Tewas
-
Bank Jakarta dan PT SMI Kucurkan Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur DKI
-
Dugaan Pungli PBG di Gowa Dibongkar, Kortastipidkor Amankan Sejumlah Dokumen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.