Jasamarga Siagakan Ruas MBZ Hadapi Lonjakan Mudik
Kamis, 12 Mar 2026, 22:40 WIBBEKASI â Guna menunjang kelancaran mobilitas selama Angkutan Lebaran 2026, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) menyiapkan berbagai langkah operasional di Ruas Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ).
Direktur Utama PT JJC Hendri Taufik mengatakan persiapan layanan operasional dilakukan melalui pemantauan kondisi lalu lintas secara intensif melalui dukungan sejumlah perangkat yang terpasang di sepanjang Ruas Jalan Layang MBZ.
"Pemantauan intensif melalui perangkat Traffic Counting, CCTV, Dynamic Message Sign serta Variable Message Sign yang tersebar di sepanjang ruas Jalan Layang MBZ guna mempercepat penyampaian informasi kepada pengguna jalan," kata Hendri Taufik di Bekasi, Jawa Barat, Kamis.
Ia menjelaskan pemantauan operasional lalu lintas juga didukung oleh pos pantau Kantor Operasi Cikunir dan Kantor Operasi Karawang Barat guna memperkuat koordinasi pengelolaan lalu lintas selama periode Libur Idul Fitri 1447 H.
Kemudian melalui armada operasional siaga yang terdiri atas empat unit Mobile Customer Service, sembilan unit kendaraan derek, dua unit ambulans, dua unit kendaraan Kamtib, satu unit kendaraan rescue, tiga unit kendaraan Patroli Jalan Raya serta satu unit motoris.
"Armada operasional tersebut disiagakan dan siap membantu penanganan gangguan lalu lintas maupun kondisi darurat di sepanjang ruas Jalan Layang MBZ," katanya.
Kesiapan layanan juga didukung kegiatan preservasi infrastruktur meliputi perbaikan perkerasan jalan melalui scrapping, filling dan overlay, peningkatan estetika melalui pengecatan parapet dan girder baja serta penataan signage dan lanskap.
Selain itu, dilakukan peningkatan aspek keselamatan melalui pengecatan marka jalan yang telah pudar dan penambahan rambu keselamatan serta monitoring jembatan melalui inspeksi visual secara berkala guna memastikan kondisi infrastruktur tetap aman dan layak dilalui.
Hendri menjelaskan berdasarkan prediksi lalu lintas Idul Fitri 2026, volume kendaraan yang melintas di Jalan Layang MBZ diperkirakan mengalami peningkatan 48,4 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal dan 0,51 persen dari periode Idul Fitri tahun lalu.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret dengan volume kendaraan mencapai sekitar 61.467 kendaraan pada Jalur A dan 24.973 kendaraan pada Jalur B serta puncak mudik kedua pada 19 Maret dengan volume kendaraan sekitar 55.886 kendaraan pada Jalur A dan 21.856 kendaraan pada Jalur B.
Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret dengan volume kendaraan mencapai sekitar 25.387 kendaraan pada Jalur A dan 56.985 kendaraan Jalur B, serta puncak arus balik kedua pada 29 Maret dengan sekitar 28.335 kendaraan pada Jalur A dan 55.371 kendaraan di Jalur B.
Dirinya menyatakan berbagai langkah persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan layanan Jalan Layang MBZ tetap optimal dalam menghadapi potensi peningkatan volume kendaraan selama periode Libur Idul Fitri.
"Melalui kesiapan layanan operasional, dukungan armada, serta pemeliharaan infrastruktur yang dilakukan secara berkala, kami berkomitmen untuk memastikan Jalan Layang MBZ tetap dapat melayani pengguna jalan secara aman, nyaman dan lancar selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran," ujar Hendri.
Pihaknya mengimbau pengguna jalan untuk mengutamakan keselamatan berkendara dengan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, menjaga kecukupan daya listrik maupun bahan bakar minyak serta mengantisipasi potensi perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Salah Belum Pasti Diturunkan Slot saat Liverpool Kontra Brighton, Apa Hubungan Makin Panas?
-
Spotify Bikin Heboh Lagi! Kini Ada Rekap Mingguan Mirip Wrapped yang Bisa Dibagikan ke Sosmed
-
Jelang Perayaan Tahun Baru, Imigrasi Diminta Tingkatkan Pengawasan WNA
-
Kemenkum Jateng Jalin Kolaborasi dengan Undip di "Menkum Goes to Campus"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.