Kemenkes Dukung Kebijakan Pembatasan Media Sosial bagi Anak

Selasa, 10 Mar 2026, 15:20 WIB

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti rencana kebijakan pemerintah membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Kebijakan tersebut dipertimbangkan sebagai langkah melindungi kesehatan mental anak dari dampak negatif dunia digital.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menilai maraknya kasus cyberbullying menjadi persoalan serius yang kini dihadapi anak dan remaja. Fenomena tersebut dinilai dapat menimbulkan tekanan psikologis yang berdampak pada kesehatan mental anak.

Ket. Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin — Sumber: Humas Kemenkes

“Larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun diberlakukan karena menjadi sumber perundungan dan tekanan psikologis. Karena itu, kebijakan ini penting untuk melindungi kesehatan mental anak dari dampak negatif dunia digital,” kata Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (9/3).

Menkes menyebut anak-anak masih menjadi kelompok rentan terhadap berbagai pengaruh negatif internet, mulai komentar kasar, ejekan, hingga perundungan. Kondisi tersebut berpotensi memicu tekanan emosional dan gangguan psikologis yang berdampak pada kesehatan mental anak.

“Kalau misalnya ada kewajiban memasukkan NIK dan data umur. Maka akan lebih mudah dikontrol apakah pengguna tersebut sudah memenuhi batas usia,” ucap Budi.

Pemerintah mewacanakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi menjaga kesehatan mental generasi muda. Selain itu, pemerintah berencana melibatkan berbagai pihak, termasuk orang tua, sekolah, serta platform digital.

Sementara, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan kebijakan perlindungan anak di ruang digital tidak bertujuan melarang anak menggunakan internet. Melainkan, menunda akses terhadap platform digital berisiko tinggi hingga usia yang lebih aman.

“Saat ini dari sekitar 229 juta pengguna internet di Indonesia, hampir 80 persen anak sudah terhubung dengan internet. Ini angka yang sangat besar dan menjadi perhatian serius kita bersama,” ujar Meutya. ils/I-1

  • Menkes
  • Pembatasan Media Sosial

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.