- Home
-
- Luar Negeri
-
- Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Turun di Bawah $100 Per Barel Setelah G7 Bersiap Lepas Cadangan Minyak Mentah
Selasa, 10 Mar 2026, 00:03 WIBPARIS - Harga minyak kembali turun di bawah 100 dolar AS per barel setelah setelah para menteri keuangan G7 menyatakan bahwa mereka "siap" untuk mengambil tindakan guna mendukung pasokan energi .
Meskipun negara-negara G7 belum membuka cadangan minyak darurat mereka, seperti yang diinginkan International Energy Agency (IEA), lonjakan harga minyak mentah sedikit mereda.
Dari The Guardian, minyak mentah AS sekarang diperdagangkan sekitar 96,50 dolar ASÂ per barel, naik 6 persen hari ini, sementara minyak mentah Brent (patokan internasional) naik 6,5 persen menjadi 98,76 dolar ASÂ per barel.
Aksi jual di pasar saham Eropa juga mereda â dengan indeks saham FTSE 100 London kini hanya turun 48 poin, atau 0,47 persen, menjadi 10.237 poin.
Pernyataan G7: kami 'siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan'
Berikut pernyataan lengkap dari para menteri keuangan G7, termasuk Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves, setelah pertemuan mereka tentang perang Iran dan dampaknya terhadap pelayaran dan harga minyak.
âKami, para menteri keuangan G7, mengadakan pertemuan virtual pada tanggal 9 Maret, bersama dengan Kepala Dana Moneter Internasional (IMF), Grup Bank Dunia (WBG), Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), dan Badan Energi Internasional (IEA).
âKami membahas konflik terkini di Timur Tengah, dampaknya terhadap stabilitas regional, kondisi ekonomi global, dan pasar keuangan, serta pentingnya jalur perdagangan yang aman.
âKami akan terus memantau dengan cermat situasi dan perkembangan di pasar energi dan akan bertemu sesuai kebutuhan untuk bertukar informasi dan berkoordinasi di dalam G7 dan dengan mitra internasional.
âKami siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk untuk mendukung pasokan energi global seperti pelepasan cadangan.â
Penurunan menenangkan pasar obligasi
Biaya pinjaman pemerintah Inggris, yang melonjak pagi ini, telah kembali turun.
Imbal hasil obligasi dua tahun (yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga) kini hanya naik 10 basis poin (0,1 poin persentase), setelah sebelumnya lebih tinggi lebih dari 30 basis poin pagi ini.
Dengan harga minyak kembali turun di bawah 100 dolar AS per barel siang ini, kekhawatiran bahwa Bank of England mungkin akan menaikkan suku bunga mulai mereda.
Pasar uang saat ini memperkirakan tidak akan ada perubahan suku bunga di Inggris tahun ini, dan hanya ada kemungkinan kecil kenaikan pada tahun 2027.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Aturan Kawasan Tanpa Rokok Resmi Diterapkan di Sejumlah Museum dan Candi di Bawah MCB
-
Harga Minyak Anjlok Lebih dari 5%, Optimisme Meningkat atas Kesepakatan AS-Iran.
-
Kemenag Jambi Batasi Penggunaan Gawai di Madrasah demi Tingkatkan Fokus Belajar Siswa.
-
Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan karena Ketegangan AS-Iran Mengguncang Harapan Perdamaian
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
Project 6 KOHLER Tampilkan Sinergi Desainer dan Kreator di IndoBuildTech Expo Part 1 2026
-
Di Tengah Gejolak Pasar, Kopti Cianjur Sebut Lonjakan Harga Kedelai Kini Lebih Terkendali
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.