Pertamina Ambil Langkah Ini Merespons Harga Minyak yang Lampaui Kisaran 100 Dollar AS
Senin, 09 Mar 2026, 22:52 WIBJAKARTA - PT Pertamina (Persero) akan mengoptimalkan efisiensi operasional di seluruh rantai bisnis sebagai respons dari harga minyak dunia yang melampaui 100 dollar AS per barel akibat perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
âPerusahaan mengoptimalkan efisiensi operasional di seluruh rantai bisnis,â ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron kepada wartawan ketika dihubungi dari Jakarta, Senin (9/3).
Selain itu, Pertamina juga menjalin komunikasi dengan pemerintah terkait kebijakan energi nasional dalam merespons lonjakan harga minyak dunia.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent sempat mencapai 118 dollar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022. Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dollar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dollar AS per barel.
âPertamina terus memonitor dinamika harga minyak dunia yang saat ini berada di kisaran 100 dollar AS per barel,â ucap Baron.
Meskipun terjadi fluktuasi harga minyak, Baron memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) masih aman di tengah perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
âPertamina berkomitmen menjaga keandalan operasional serta memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap aman,â ucap dia.
Lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari, yang sejauh ini dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat tinggi militer.
Iran telah membalas dengan rentetan serangan besar-besaran yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh kawasan, serta beberapa kota di Israel. Serangan tersebut terus meningkat.
Pada Minggu (8/3), AS dan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan sekitarnya.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas penyimpanan, termasuk Depo Minyak Shahran. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Peternak Rakyat Blitar Raya Minta Perlindungan Pemerintah
-
Rupiah Melemah, Konflik Timur Tengah hingga Lonjakan Harga Minyak Guncang Ekonomi Indonesia
-
Project 6 KOHLER Tampilkan Sinergi Desainer dan Kreator di IndoBuildTech Expo Part 1 2026
-
Di Tengah Gejolak Pasar, Kopti Cianjur Sebut Lonjakan Harga Kedelai Kini Lebih Terkendali
-
Harga Minyak Mentah Lanjutkan Kenaikan karena Ketegangan AS-Iran Mengguncang Harapan Perdamaian
-
Aturan Kawasan Tanpa Rokok Resmi Diterapkan di Sejumlah Museum dan Candi di Bawah MCB
-
Harga Minyak Anjlok Lebih dari 5%, Optimisme Meningkat atas Kesepakatan AS-Iran.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.