Lewat Board Game, Kemenekraf Bantu Anak-anak di Kabupaten Tapanuli Utara Bangkit Pascabanjir

Minggu, 08 Mar 2026, 15:55 WIB

JAKARTA – Direktorat Gim di Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menghadirkan cara yang lebih menyenangkan untuk membantu pemulihan sosial anak-anak di Kabupaten Tapanuli Utara setelah banjir melanda wilayah tersebut di Sumatera Utara.

Melalui permainan papan atau board game, anak-anak diajak kembali bermain, berinteraksi, dan menikmati waktu bersama teman-teman mereka.

Ket. Foto: Kemenekraf menyelenggarakan kegiatan Riang dan Kreatif dalam Permainan Gim Papan sebagai media edukatif dan trauma healing bagi anak-anak pascabencana, Tapanuli Utara, Kamis (5/3/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif

Pendekatan ini diharapkan bisa membantu anak-anak perlahan kembali ceria setelah melewati situasi sulit akibat bencana.

Selain menjadi sarana hiburan, permainan tersebut juga menjadi ruang bagi mereka untuk membangun kembali rasa kebersamaan, belajar bekerja sama, dan memulihkan semangat dalam suasana yang lebih hangat dan menyenangkan.

Permainan ini hadir sebagai sarana edukasi serta sarana trauma healing bagi anak-anak yang memainkannya dalam kegiatan bertajuk "Riang dan Kreatif dalam Permainan Gim Papan".

“Ekonomi kreatif mampu menghadirkan solusi inovatif dan inklusif. Board game mendorong kreativitas anak, membangun ruang interaksi untuk pemulihan psikososial, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth,” ujar Menteri Teuku Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (8/3).

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa subsektor gim tidak hanya memiliki potensi ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata.

Hal ini menurutnya dibuktikan lewat program dukungan pemulihan sosial bagi anak pascabencana banjir di Tapanuli Utara yang melibatkan 50 peserta anak-anak dari berbagai sekolah dan komunitas setempat.

Dalam mewujudkan program ini, Direktorat Gim Kemenekraf berkolaborasi dengan Asosiasi Pegiat Industri Board Game Indonesia (APIBGI) menghadirkan gim hasil kolaborasi akademisi dan industri.

Beberapa karya yang hadir termasuk karya dari ITB, Vistalab Mediakreasi, dan workshop Gimersia Creator Camp 2025. Peserta juga diajarkan secara langsung mengenai proses kreatif perancangan gim.

Dua karya unggulan dari peserta workshop Gimersia Creator Camp turut diperkenalkan kepada siswa, yakni Cats and The Rugs karya Diah Ayoe dan Sszoo!! karya Febianzini, yang keduanya berasal dari Bandung.

Kehadiran karya-karya ini tidak hanya memperkenalkan produk kreatif anak bangsa, tetapi juga memperlihatkan bagaimana proses desain permainan dapat menjadi sarana pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Kasubdit Pemasaran dan Komersialisasi Gim Kemenekraf Iman Argiono menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi pascabencana yang memanfaatkan board game sebagai media intervensi sosial sederhana namun efektif.

“Board game dalam kegiatan ini diposisikan bukan sekadar hiburan, tetapi juga sebagai instrumen yang membantu proses trauma healing sekaligus mengenalkan produk ekonomi kreatif subsektor gim kepada masyarakat,” ujar Iman.

Program serupa tidak hanya hadir di Tapanuli Utara tapi juga di Padang Pariaman. Replikasi ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis permainan papan memiliki potensi dikembangkan sebagai model intervensi edukatif dan sosial di berbagai daerah, khususnya wilayah terdampak bencana.

Melalui program ini, Kemenekraf mendorong pemanfaatan subsektor gim sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional sekaligus menghadirkan inovasi kreatif yang memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.