All England 2026: Hanya Raymond/Joaquin Tersisa, Indonesia Kehilangan Lima Wakil di Perempat Final

Sabtu, 07 Mar 2026, 05:03 WIB

JAKARTA - Harapan Indonesia di ajang All England Open 2026 kini bertumpu pada pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Mereka menjadi satu-satunya wakil Merah Putih yang berhasil menembus semifinal setelah melewati babak perempat final yang berat, Jumat (6/3).

Dari enam wakil Indonesia yang tampil pada fase delapan besar, hanya Raymond/Joaquin yang mampu bertahan. Lima wakil lainnya harus menghentikan langkah, sehingga Indonesia nyaris tanpa wakil di empat besar turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.

Ket. Foto: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. — Sumber: PBSI

Raymond/Joaquin memastikan tiket semifinal setelah menyingkirkan pasangan unggulan ketiga asal Tiongkok, Liang Wei Keng / Wang Chang. Dalam pertandingan yang berlangsung sekitar 36 menit, pasangan muda Indonesia itu tampil solid dan menang dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-12.

Kemenangan ini terasa istimewa. Pasalnya, All England 2026 merupakan debut Raymond/Joaquin di turnamen bergengsi tersebut. Meski berstatus pendatang baru, mereka mampu menunjukkan permainan matang dan langsung melangkah hingga babak semifinal.

Sementara itu, perjalanan lima wakil Indonesia lainnya harus terhenti di perempat final. Mereka adalah Alwi Farhan, pasangan ganda campuran Amri Syahnawi / Nita Violina Marwah, ganda putra Muhammad Rian Ardianto / Rahmat Hidayat, tunggal putri Putri Kusuma Wardani, serta ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma / Meilysa Trias Puspitasari.

Indonesia juga dipastikan tanpa wakil di sektor ganda putri dan ganda campuran setelah dua pasangan terakhir tersingkir pada perempat final.

Pasangan ganda putri Febriana/Meilysa, yang akrab disapa Ana/Trias, harus mengakui keunggulan unggulan kedua asal Malaysia, Pearly Tan / Thinaah Muralitharan. Mereka kalah dua gim langsung dengan skor 9-21, 18-21.

Pada gim pertama, pasangan Malaysia tampil agresif sejak awal dan mampu menekan permainan Ana/Trias. Meski sempat memberi perlawanan lebih baik pada gim kedua, pasangan Indonesia gagal mempertahankan keunggulan setelah bermain terlalu hati-hati.

“Dari gim pertama lawan langsung menyerang. Kami sebenarnya sudah menyiapkan pola permainan, tapi beberapa pengembalian bola kurang akurat. Dibanding pertemuan sebelumnya, mereka mempercepat tempo permainan,” ujar Ana melalui keterangan tim Humas dan Media Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia.

Trias menambahkan bahwa momentum sempat berpihak kepada mereka pada gim kedua. Namun tekanan membuat permainan mereka menurun.

“Di gim kedua kami sempat unggul, tapi setelah itu malah jadi terlalu hati-hati. Kami kalah berani dengan mereka,” kata Trias.

Nasib serupa dialami pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan Tiongkok Guo Xin Wa / Chen Fang Hui dalam pertarungan tiga gim 17-21, 21-18, 15-21.

Amri menilai lawan tampil lebih cerdik dibanding pertemuan sebelumnya. “Mereka banyak melakukan variasi dan tidak mau masuk ke pola permainan kami,” ujarnya.

Sementara itu, Nita mengakui peluang kemenangan sebenarnya terbuka, terutama saat pasangan Indonesia sempat unggul pada gim penentuan.

“Kesempatan menang sebenarnya ada karena kami sempat memimpin di gim ketiga. Tapi pada poin-poin akhir kami banyak melakukan kesalahan, terutama dalam arah pengembalian bola. Mereka juga mempercepat permainan dan kami terlambat beradaptasi,” kata Nita.

Dengan hasil tersebut, harapan Indonesia kini sepenuhnya berada di tangan Raymond/Joaquin yang akan berjuang menjaga peluang Merah Putih meraih prestasi di All England tahun ini.

  • Raymond/Joaquin
  • all england 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.