Norris Kian Lapar Gelar, Siap Hadapi Status Juara Bertahan F1
Jumat, 06 Mar 2026, 08:00 WIBMELBOURNE, AUSTRALIA â Juara dunia Formula 1, Lando Norris, menegaskan dirinya semakin lapar untuk mempertahankan gelar musim ini. Keberhasilan dramatis tahun lalu justru memantik ambisinya untuk kembali merasakan euforia tertinggi di lintasan.
Pembalap McLaren itu merebut mahkota dunia setelah pertarungan tiga arah yang menegangkan hingga seri penutup musim di Abu Dhabi. Ia sukses mengungguli rekan setimnya, Oscar Piastri, serta juara bertahan Red Bull, Max Verstappen.
Gelar tersebut menjadikannya juara dunia pertama McLaren sejak Lewis Hamilton meraih titel pertamanya pada 2008. Tak hanya itu, McLaren juga memastikan gelar konstruktor.
Menjelang seri pembuka musim, Grand Prix Australia akhir pekan ini, Mercedes dan Red Bull disebut-sebut sedikit lebih difavoritkan. Namun Norris tak melihat situasi itu sebagai ancaman berarti.
âSaya tidak merasa kami memulai dari posisi yang tertinggal. Bahkan jika Anda tercepat kedua, ketiga, atau keempat, itu bukan berarti berada di posisi sulit,â ujar Norris.
âSaya pikir itu tetap posisi yang sangat bagus untuk memulai. Dalam beberapa tahun terakhir, ketika sulit melakukan peningkatan sepanjang musim, kami sudah membuktikan bahwa itu bisa dilakukan. Dan saya masih percaya itu. Musim ini panjang, sangat panjang.â
Pembalap berusia 26 tahun itu membuka musim juaranya dengan kemenangan di Melbourne tahun lalu, finis di depan Verstappen dan pebalap Mercedes, George Russell. Namun ia harus menunggu tujuh seri berikutnya untuk kembali naik podium tertinggi, setelah Piastri sempat mengambil alih momentum sebelum persaingan berkembang menjadi duel tiga arah.
Menurut Norris, pelajaran terbesar dari musim lalu adalah menjaga konsistensi mental.
âSalah satu hal terbesar yang saya pelajari adalah tidak terlalu frustrasi karena satu atau dua balapan buruk, atau awal musim yang tidak ideal. Selama Anda terus bekerja keras, situasi bisa berbalik,â katanya.
Sebagai juara bertahan, Norris sadar kini ia menjadi target utama. Ia mengaku menjalani latihan pramusim lebih intens dibanding sebelumnya untuk menghadapi tekanan tambahan.
Namun alih-alih terbebani, tekanan itu justru memacunya.
âSaya masih sama laparnya,â tegasnya. âPerasaan saat juara itu luar biasa. Sama seperti ketika Anda menang satu balapan, Anda ingin menang lagi. Bagi saya, dengan gelar juara dunia pun sama, satu itu luar biasa, tapi Anda pasti ingin yang kedua.â
Meski kini menyandang status âyang diburuâ, Norris menegaskan tak ada perubahan cara pandang saat lampu start menyala.
âSejujurnya, ketika Anda sudah berada di lintasan, Anda tidak memikirkan apakah sedang diburu atau memburu. Anda tidak berpikir, âSaya sekarang yang jadi targetâ, lalu semuanya berubah,â ujarnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Pemerintah Kabupaten Tangerang Siap Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana NTT
-
Tekanan terhadap Infantino Meningkat, UEFA Pertahankan Ancaman Boikot meski CAF Beri Dukungan
-
Promo HUT RI ke-81! Tiket Whoosh Jakarta-Karawang Mulai Rp8.800, Ini Cara Dapatnya
-
Menuju Generasi Emas, Bunda PAUD Aceh Kampanyekan Gemarikan di Pulau Simeulue
-
Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Mastel Dorong Platform Global Andil ke Infrastruktur Digital Nasional
-
Bea Cukai gagalkan penyelundupan ekspor emas
-
Percepat Penanganan TBC, Wamendagri Minta Pemda Riau Bentuk Desa Siaga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.