Emma Raducanu Butuh Fisik Lebih Tangguh untuk Naik Peringkat
Jumat, 06 Mar 2026, 04:30 WIBLONDON, INGGRIS â Legenda tenis Inggris, Tim Henman, menilai peningkatan fisik menjadi kunci utama bagi Emma Raducanu untuk kembali menanjak di peringkat dunia, ketimbang sekadar mencari pelatih baru.
Raducanu, yang kini berstatus sebagai petenis nomor satu Inggris, tengah tampil di turnamen WTA Indian Wells pekan ini. Hasil positif di California berpotensi mengangkat posisinya dari peringkat 24 dunia.
Sejak mengejutkan dunia tenis dengan menjuarai US Open 2021 melalui jalur kualifikasi, Raducanu kerap menjadi sorotan bukan hanya karena performanya, tetapi juga karena sering berganti pelatih. Bulan lalu, ia menyatakan tidak terburu-buru mencari pelatih baru setelah berpisah dengan Francisco Roig, yang hanya enam bulan mendampinginya.
Kerja sama dengan Roig berakhir tak lama setelah Raducanu tersingkir di putaran kedua Australian Open. Saat itu, ia mengakui tidak puas dengan performanya, terlebih karena masuk turnamen dalam kondisi belum sepenuhnya pulih dari cedera kaki.
Awal musim Raducanu terbilang naik-turun. Ia sempat mencapai final level senior pertamanya sejak gelar US Open saat tampil di Rumania. Namun, masalah kebugaran kembali mengganggu, dengan sejumlah episode sakit yang kerap menghampiri sepanjang karier profesionalnya.
Henman, yang pernah menempati peringkat empat dunia, melihat persoalan utama bukan pada aspek teknis atau kepelatihan, melainkan daya tahan fisik.
âDia harus menjadi lebih tangguh secara fisik, lebih kuat dan lebih cepat agar mampu bersaing dengan para pemukul keras dan pemain terbaik dunia,â ujar Henman, yang akan menjadi komentator di Indian Wells untuk Sky Sports.
Ia membandingkan Raducanu dengan para petenis papan atas seperti Aryna Sabalenka, Iga Swiatek, Coco Gauff, dan Elena Rybakina yang dinilai memiliki keunggulan fisik mencolok.
âJika melihat fisik Sabalenka, Swiatek, Gauff, atau Rybakina, Emma belum berada di level itu. Dengan postur tubuhnya, mungkin dia tidak akan pernah benar-benar menyamai mereka, tetapi dia harus memperkecil jaraknya,â tegas Henman.
Henman juga menyoroti pendekatan Raducanu yang berbeda dalam memilih pelatih. Sepanjang 15 tahun kariernya, ia hanya bekerja dengan tiga pelatih dan mengutamakan konsistensi.
âSaya bekerja dengan tiga pelatih dalam 15 tahun. Saya menyukai konsistensi dan kesinambungan, tapi itu bukan yang dilakukan Emma,â ujarnya.
Bahkan, Henman melontarkan pandangan bahwa Raducanu mungkin justru bisa berkembang tanpa terikat pada satu pelatih tetap.
âSaya bertanya-tanya apakah dalam beberapa hal dia lebih baik tanpa pelatih, menerima tanggung jawab penuh dan bermain dengan caranya sendiri. Saya tidak tahu apa langkah berikutnya, dan mungkin dia juga belum tahu,â katanya.
Kini, di Indian Wells, Raducanu didampingi mantan pemain Inggris Mark Petchey sebagai pelatih sementara, sementara Alexis Canter menjadi mitra latih harian. Namun seperti ditegaskan Henman, fondasi kebangkitan Raducanu mungkin bukan pada siapa yang berdiri di pinggir lapangan, melainkan seberapa kuat ia berdiri di dalamnya.
- Emma Raducanu
- Peringkat WTA
- Indian Wells Open
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Janice Tjen Naik 12 Peringkat Tembus 50 Besar WTA, Tantang Samsonova di 16 Besar Abu Dhabi Open
-
Jaga Ketersediaan BBM dan LPG, Pertamina Percepat Pemulihan Layanan Energi di Sumatera
-
Lestari Moerdijat: Wujudkan Kemudahan Akses Lapangan Kerja bagi Penyandang Disabilitas
-
Genset PLN 250 kWh Berhasil Didaratkan Helikopter BNPB untuk Rumah Sakit di Takengon
-
Hotel Episode Gading Serpong Usung Tema: Seeds of Tomorrow, Bikin Natal & Tahun Baru Lebih Berkesan
-
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama Indian Wells Usai Berjuang Selama 2 Jam Lebih
-
Peringatan Lima Puluh Tahun Kemitraan dengan Peternak Sapi Perah Rakyat di Jawa Timur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.