Berpotensi Menguat Terbatas, 6 Maret 2026

Jumat, 06 Mar 2026, 08:55 WIB

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren positif dalam perdagangan akhir pekan ini, meskipun penguatannya bersifat terba­tas. Perang di Timur Tengah berdampak ter­hadap lonjakan harga saham komoditas dunia. 

Head of Retail Research MNC Seku­ritas Herditya Wicaksana melihat peluang technical rebound IHSG masih terbuka pada perdagangan hari ini (6/3), meskipun penguatan diperkirakan terbatas. Pergerakan IHSG juga berpotensi mendapat sentimen dari kenaikan harga komoditas global.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Karenanya, Herditya memproyeksikan IHSG dalam per­dagangan, Jumat (6/3), bergera menguat terbatas area sup­port di 7.654 dan resistance di 7.781.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (5/3) sore ditutup menguat 133,48 poin atau 1,76 persen ke posisi 7.710,54 seiring investor melakukan aksi bargain hunting (berburu saham murah/ diskon) setelah indeks berada di level terendah pada Rabu (4/3), akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Se­mentara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 15,37 poin atau 1,99 persen ke posisi 787,82.

“Sesuai perkiraan, IHSG berhasil rebound, didorong oleh sentimen positif penguatan indeks bursa global, serta aksi bargain hunting meskipun juga terjadi profit taking pada beberapa saham yang mengalami rally seperti misal­nya saham sektor migas,” ujar Kepala Riset Phintraco Seku­ritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, Ratna mengatakan, pelaku pasar akan menantikan data cadangan devisa Indonesia perio­de Februari 2026, yang berpotensi kembali mengalami pe­nurunan di tengah berlanjutnya depresiasi nilai tukar Ru­piah.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.