Persatuan Insinyur Indonesia: Smart Engineering Harus Jawab Tantangan Nyata Masyarakat

Kamis, 05 Mar 2026, 05:30 WIB

Jakarta - Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie menyatakan smart engineering harus mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat.

“World Engineering Day merupakan perayaan kontribusi engineering dalam menyelesaikan tantangan global, khususnya yang berkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Smart engineering yang kita dorong harus mampu menjawab tantangan nyata di masyarakat,” ujarnya saat agenda peringatan World Engineering Day (WED) for Sustainable Development 2026 dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (4/3).

Ket. Foto: Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie dalam agenda peringatan World Engineering Day (WED)​​​​​​​ for Sustainable Development 2026 di Jakarta, Rabu (4/3). — Sumber: Antara

Forum internasional ini yang diadakan selama 4-5 Maret 2026 di Jakarta mempertemukan sekitar 600 delegasi dari 39 negara, termasuk para menteri, pimpinan organisasi internasional, akademisi, perwakilan industri, insinyur muda, dan mahasiswa.

WED 2026 disebut menjadi platform strategis yang mempertemukan keahlian teknik, teknologi, dan kebijakan publik untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan global, sekaligus menegaskan kontribusi Indonesia dalam lanskap rekayasa global.

Sebagai federasi organisasi engineering yang mewakili lebih dari 30 juta insinyur dari sekitar 100 negara, katanya, World Federation of Engineering Organizations (WFEO) memberikan kesempatan bagi Indonesia sebagai tuan rumah WED 2026.

Kepercayaan ini dinyatakan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di kawasan Asia-Pasifik yang menjadi tuan rumah sejak WED pertama kali diperingati pada 2020.

“Dengan mengusung tema 'SMART Engineering for a Sustainable Future Through Innovation and Digitalization', menegaskan peran sentral engineering dalam mendorong pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur,” kata dia.

Sebagai bagian dari platform global ini, WFEO juga mengumumkan para pemenang WFEO Hackathon, salah satu agenda utama perayaan WED yang berfokus pada mahasiswa engineer di seluruh dunia.

Dari tiga ribu pendaftar dan 270 proposal yang masuk dari berbagai negara, tim pemenang adalah “THINK: Smart Adaptive Streetlight System for Extreme Heat Resilience in the UAE” dari American University of Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA). Secara keseluruhan, tim pemenang berasal dari Afrika, Asia, dan Timur Tengah.

Menurut Presiden WFEO, Seng-Chuan Tan, WED 2026 menandai serangkaian langkah konkret untuk memperkuat komunitas engineering global dan kontribusi mereka terhadap pembangunan berkelanjutan.

Langkah-langkah tersebut meliputi peluncuran WFEO Institute, pusat global yang didedikasikan untuk mendorong engineering excellence, kepemimpinan kebijakan, dan penguatan kapasitas.

Selanjutnya, pembentukan World Academy of Engineering yang akan memberikan pengakuan kepada para pemimpin teknik terkemuka atas kontribusi mereka terhadap SDGs.

Ketiga yaitu inisiatif baru yang memungkinkan para insinyur terkemuka untuk berkontribusi mendukung negara berkembang dan negara kepulauan kecil yang menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan, termasuk perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana.

Terakhir adalah penandatanganan nota kesepahaman dengan International Research Center of Big Data for Sustainable Development Goals (CBAS) guna menyelaraskan solusi teknik dengan tujuan keberlanjutan global, serta membuka peluang baru untuk riset bersama, pelatihan, dan pengembangan kebijakan.

Pada agenda kali ini, PII juga menandatangani nota kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Indonesia untuk mengoptimalkan efektivitas kolaborasi, khususnya dalam aktualisasi perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual atas inovasi para insinyur sesuai dengan ketentuan konstitusi Indonesia.

“WED bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan platform kolaborasi global untuk menghadirkan solusi konkret. Pemanfaatan kecerdasan buatan (sebagian bagian dari smart engineering) dalam praktik rekayasa harus tetap menjunjung literasi digital dan pertimbangan etika, agar inovasi tidak melampaui nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan,” ujar dia.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.