- Home
-
- Luar Negeri
-
- Berenang di Danau, Bocah 8...
Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak
Selasa, 25 Agu 2026, 00:00 WIBRUSTON - Seorang anak perempuan berusia delapan tahun di Louisiana, Amerika Serikat, meninggal dunia setelah terinfeksi Naegleria fowleri, organisme langka yang dapat menyebabkan infeksi otak dan hampir selalu berakibat fatal.
Dari The Guardian, Lillian Smart, warga Ruston, meninggal pada Sabtu, sehari setelah merayakan ulang tahunnya. Keluarga mengatakan Lillian sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit sejak 15 Agustus setelah mengalami infeksi yang menyebabkan kerusakan parah pada otaknya.
Departemen Kesehatan Louisiana mengonfirmasi pada 19 Agustus bahwa seorang warga negara bagian terinfeksi Naegleria fowleri. Menurut otoritas kesehatan, paparan kemungkinan terjadi ketika korban berenang di Danau Claiborne, di Paroki Claiborne.
Keluarga kemudian mengidentifikasi Lillian sebagai korban melalui unggahan di halaman Facebook âLove for Lillianâ.
âCedera di otaknya terlalu parah untuk tubuh kecilnya pulih,â tulis keluarga dalam unggahan tersebut.
Naegleria fowleri dikenal sebagai âamuba pemakan otakâ karena organisme ini dapat masuk ke tubuh melalui hidung ketika seseorang berenang atau melakukan aktivitas di air tawar yang terkontaminasi. Dari hidung, organisme tersebut dapat mencapai otak dan menyebabkan primary amebic meningoencephalitis (PAM), infeksi otak yang berkembang cepat.
Infeksi ini sangat jarang. Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mencatat sekitar 180 kasus Naegleria fowleri telah diidentifikasi di AS sejak 1937.
Organisme tersebut umumnya ditemukan di air tawar yang hangat, termasuk danau, sungai, dan kolam, terutama ketika suhu meningkat pada musim panas. Naegleria fowleri tidak hidup di air asin dan tidak ditemukan di kolam renang yang dirawat serta diklorinasi dengan benar.
Salah satu hal yang membedakan infeksi ini adalah cara penularannya. Seseorang tidak terinfeksi hanya karena menelan air yang mengandung Naegleria fowleri. Organisme tersebut berisiko menyebabkan infeksi ketika air yang terkontaminasi masuk melalui hidung.
Infeksi juga tidak menyebar dari satu manusia ke manusia lainnya.
Kasus Lillian menjadi perhatian karena Naegleria fowleri sangat jarang ditemukan. Di Louisiana, hanya sejumlah kecil kasus dilaporkan sejak 2011.
Sebelumnya, pada 2023, seorang anak di Arkansas juga meninggal setelah terinfeksi Naegleria fowleri. Dalam kasus tersebut, paparan diduga terjadi setelah korban menggunakan fasilitas bermain air di sebuah klub golf.
Para peneliti juga mengamati perubahan persebaran Naegleria fowleri di Amerika Serikat. Sejumlah kajian mengaitkannya dengan meningkatnya suhu lingkungan yang memungkinkan organisme tersebut bertahan di wilayah yang sebelumnya memiliki kondisi kurang sesuai.
Kasus ini menunjukkan bahwa paparan terhadap Naegleria fowleri memang sangat jarang, tetapi organisme tersebut dapat ditemukan di perairan tawar hangat. CDC menyarankan masyarakat berhati-hati ketika melakukan aktivitas di perairan tawar, terutama pada periode dengan suhu air tinggi.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.