Jalur Lain menuju Asia Tenggara
Kamis, 05 Mar 2026, 07:38 WIBTIONGKOK hampir menyelesaikan pembangunan Kanal Pinglu senilai 10 miliar dollar AS yang menghubungkan wilayah pedalamannya dengan Asia Tenggara. Kini, Beijing mulai mempertimbangkan jalur air yang jauh lebih besar.
Tiongkok hampir merampungkan pembangunan Kanal Pinglu senilai 10 miliar dollar AS untuk memperdalam ikatan perdagangan antara provinsi-provinsi di barat daya dengan Asia Tenggara. Sekarang, mereka tengah mempertimbangkan proyek yang jauh lebih ambisius dan lebih mahal jauh di pedalaman.
Kanal Xianggui akan menjadi jalur air sepanjang 300 km yang secara efektif bertindak sebagai perpanjangan dari Kanal Pinglu yang baru. Jalur ini akan memberikan akses langsung bagi kota-kota di jantung pedalaman Tiongkok menuju Teluk Tonkin (yang dikenal di Tiongkok sebagai Teluk Beibu).
Seperti proyek sebelumnya, tujuannya adalah memberikan akses yang lebih cepat dan mudah bagi kota-kota pedalaman Tiongkok menuju jalur pelayaran global, serta memperlancar pengiriman ke pasar ekspor terbesar Tiongkok: Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean).
Jika selesai, Kanal Xianggui akan memungkinkan Tiongkok menciptakan jaringan jalur air yang luasâdikenal sebagai âKoridor Han-Xiang-Guiâ yang membentang sejauh 3.200 km dari utara ke selatan melintasi empat provinsi: Shaanxi, Hubei, Hunan, dan Guangxi.
Nasib proyek ini masih belum pasti karena pembangunan Kanal Xianggui akan memakan biaya yang sangat besar. Dengan estimasi 150 miliar yuan (US$21,6 miliar), biaya tersebut dua kali lipat lebih mahal dibandingkan Kanal Pinglu.
Namun, pembukaan jalur air baru di Guangxi dalam waktu dekat telah meningkatkan peluang proyek ini untuk maju, karena âwaktunya sudah matangâ untuk proyek semacam itu, kata Lu Yi, seorang profesor di Fakultas Transportasi di Universitas Sains dan Teknologi Changsha.
Para pejabat dari provinsi Hunan tengah telah mengajukan proposal untuk memasukkan Kanal Xianggui ke dalam rencana pembangunan nasional Tiongkok periode 2026-2030. Jika proyek ini muncul dalam rencana finalâyang dijadwalkan akan dirilis pada bulan Maretâmaka proyek tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari Beijing.
Provinsi Hubei di bagian tengah juga telah memasukkan segmen Koridor Han-Xiang-Gui miliknya ke dalam rencana lima tahun ke depan, bersamaan dengan megaproyek untuk memperluas kapasitas pelayaran di Bendungan Tiga Ngarai, menurut proposal kebijakan yang dirilis pada bulan Desember.
Koridor ini merupakan bagian dari rencana yang diumumkan oleh Beijing pada tahun 2021 untuk mengintegrasikan sungai-sungai utama dan sistem kanal Tiongkok ke dalam jaringan transportasi berkapasitas tinggi, menurut Lu.
Hubei telah meningkatkan kunci kapal (ship locks) dan jalur air di Sungai Han sejak 2024, dengan tujuan memungkinkan kapal seberat 2.000 ton untuk menavigasi sungai tersebut. Proyek senilai 8,7 miliar yuan ini diharapkan selesai pada tahun 2029, menurut Yu Jiaxiang, seorang peneliti dari Hubei Port Group. hay
- kanal
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.