IHSG Hari Ini Bangkit! Investor Serbu Saham Murah Setelah Indeks Terkapar di Level Rendah

Kamis, 05 Mar 2026, 17:40 WIB

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan mulai munculnya aksi bargain hunting dari investor setelah indeks sempat berada di level rendah dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika pelaku pasar menilai sejumlah saham telah berada pada valuasi yang lebih murah sehingga menarik untuk kembali dikoleksi.

Ket. Foto: Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto

Aksi beli selektif tersebut mendorong rebound IHSG meski sentimen global masih dibayangi ketidakpastian.

Dengan kata lain, penguatan indeks saat ini lebih dipicu oleh faktor teknikal dan strategi akumulasi investor jangka menengah yang memanfaatkan koreksi sebelumnya sebagai momentum masuk ke pasar.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (5/3) sore ditutup menguat seiring investor melakukan aksi bargain hunting (berburu saham murah/diskon) setelah indeks berada di level terendah pada Rabu (4/3), akibat meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

IHSG ditutup menguat 133,48 poin atau 1,76 persen ke posisi 7.710,54. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 15,37 poin atau 1,99 persen ke posisi 787,82.

"Sesuai perkiraan, IHSG berhasil rebound, didorong oleh sentimen positif penguatan indeks bursa global, serta aksi bargain hunting meskipun juga terjadi profit taking pada beberapa saham yang mengalami rally seperti misalnya saham sektor migas," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, Ratna mengatakan, pelaku pasar akan menantikan data cadangan devisa Indonesia periode Februari 2026, yang berpotensi kembali mengalami penurunan di tengah berlanjutnya depresiasi nilai tukar Rupiah.

Sementara itu, dari Amerika Serikat (AS), terdapat sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis, diantaranya nonfarm payrolls dan unemployment rate bulan Februari 2026, serta retail sales bulan Januari 2026.

Menurut konsensus, data nonfarm payrolls AS diperkirakan melambat menjadi 59.000 pada Februari 2026, dari sebelumnya 130.000 pada Januari 2026. Sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan stabil di level 4,3 persen.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 3,39 persen, diikuti oleh dan sektor industri dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 2,66 persen dan 2,29 persen.

Sedangkan satu sektor turun yaitu sektor transportasi & logistik yang turun sebesar 0,01 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu RODA, LAND, BIPP, KOTA, dan INCF. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni ELPI, INDS, BBSS, MMLP dan ZATA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.084.435 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,46 miliar lembar saham senilai Rp17,94 triliun. Sebanyak 597 saham naik, 125 saham menurun dan 96 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1.032,60 poin atau 1,90 persen ke 55.278,10, indeks Shanghai menguat 26,09 poin atau 0,64 persen ke 4.108,57, indeks indeks Hang Seng menguat 71,85 poin atau 0,28 persen ke 25.321,40, dan indeks Strait Times menguat 33,81 poin atau 0,70 persen ke 4.846,56.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.