Sentuhan Kreatif Kelompok Wanita Tani Embun Pagi, Singkong Biasa Jadi Produk Bernilai
Minggu, 01 Mar 2026, 15:15 WIBJAMBI â Di sudut Dusun Selaro, Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, ada cerita menarik dari dapur para ibu.
Kelompok Wanita Tani Embun Pagi tak sekadar menanam, tapi juga berkreasi mengolah ubi menjadi tepung mocaf yang punya nilai jual lebih tinggi.
Kelompok ini merupakan binaan PHE Jambi Merang, yang mendorong para anggotanya naik kelas dari sekadar produsen bahan mentah menjadi pengolah produk.
Ubi yang dulu dijual apa adanya, kini diolah jadi tepung mocaf yang bisa dipakai untuk aneka olahan pangan, dari kue sampai mie alternatif bebas gluten.
Suasananya pun terasa hangat dan penuh semangat gotong royong. Para ibu belajar bareng, berbagi tugas, dan perlahan membangun usaha bersama.
Dari desa kecil, lahir produk yang tak hanya menambah penghasilan keluarga, tapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas.
Tepung mocaf merupakan tepung berbahan dasar singkong diolah KWT Embun Pagi merupakan kelompok binaan PHE Jambi Merang agar singkong ditanam di lahan kebun maupun pekarangan rumah bisa lebih produktif, kata Manager Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Sumatera Zona 1Iwan RidwanFaizal, Sabtu.
"Panen singkong di sini banyak. Tapi ya gitu, harga singkong per kilo murah. Cuma 2.000/kg, maka anggota KWT Embun Pagi mendapatkan pendampingan dari PHE Jambi Merang melakukan pengembangan produk mocaf," ujarnya.
Melalui proses fermentasi, pengeringan, dan penggilingan yang lebih terstruktur, singkong kini diolah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih optimal. Produksi yang sebelumnya telah berjalan, diperkuat dari sisi kualitas, standarisasi proses, hingga kemasan dan pemasaran.
âAwalnya kami ragu, apakah rasanya bisa sama seperti terigu. Ternyata enak, malah lebih ringan,â kata salah satu anggota KWT Embun Pagi Riyanti.
Kini kemasan mocaf produksi kelompoknya yang kini sudah berlabel. Satu kilo tepung mocaf dibanderol Rp34.000. Berkali-kali lipat nilai jualnya dibanding hanya menjual singkong utuh saja.
Riyanti juga bersyukur PHE Jambi Merang selain melatih pemasaran, juga aktif mempromosikan tepung mocaf ini. PHE Jambi Merang memang kerap mengusung tepung mocaf dari Desa Simpang Bayat ini ke berbagai pameran kabupaten maupun provinsi, misalnya saja Sriwijaya Expo di Palembang.
Di bulan Ramadan, konsumsi makanan berbasis tepung meningkat. Tepung mocaf bisa menjadi alternatifnya. Tepung mocaf pada dasarnya merupakan sumber karbohidrat seperti halnya terigu, namun memiliki keunggulan karena bebas gluten dan cenderung lebih mudah dicerna bagi sebagian orang. Ketika berpuasa, makanan yang mudah dicerna menjadi penting agar lambung yang kosong seharian tidak âterkejutâ oleh asupan yang terlalu berat.
Untuk takjil, olahan mocaf dapat dijadikan bakwan dan pisang goreng yang renyah. Untuk sajian berbuka, mocaf diolah menjadi brownies kukus, bolu pandan, dan kue lapis. Bahkan untuk persiapan Lebaran, tepung ini dipakai membuat nastar, kastengel, dan putri salju yang tak kalah lembut dari tepung terigu.
Tepung mocaf dapat membantu mengurangi ketergantungan pada tepung terigu berbasis gandum impor. Bagi warga, ini berarti rantai produksi yang lebih dekat, biaya yang lebih terkendali, serta membuka peluang nilai ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Program pemberdayaan masyarakat dirancang agar bergulir memberikan manfaat langsung terhadap kelompok dan secara tidak langsung berkelanjutan berdampak ke ekonomi masyarakat.
Program ini memberi kesempatan bagi para ibu rumah tangga untuk lebih berdaya dan terlibat dalam aktivitas ekonomi. Sementara bagi masyarakat, ini menjadi simbol kemandirian pangan lokal.
- tepung mocaf
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.