Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nekat Balapan Saat Sahur, Polisi Pamekasan Angkut Paksa 150 Motor

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 02:30 WIB | Oleh:
Nekat Balapan Saat Sahur, Polisi Pamekasan Angkut Paksa 150 Motor Doc: ANTARA
Ket. ilustrasi

PAMEKASAN - Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, Jawa Timur, bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait aktivitas balap liar yang kerap mengganggu kekhusyukan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. 

Hingga hari kedua puasa, petugas gabungan telah menyita sedikitnya 150 unit sepeda motor dari berbagai lokasi yang disinyalir menjadi titik perkumpulan "penyakit masyarakat" (pekat).

"Total ada sebanyak 150 unit sepeda motor yang kami sita dari razia penyakit masyarakat yang telah kami lakukan hingga hari kedua puasa Ramadhan kali ini," kata Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto di Pamekasan, Jumat malam.

Ia menjelaskan, dari jumlah itu sebanyak 125 unit disita petugas dari sejumlah kegiatan balapan liar sebelum Ramadhan, sedangkan 25 lainnya pada hari pertama dan kedua Ramadhan.

Selain hasil sitaan dari sejumlah lokasi balapan liar, ratusan unit sepeda motor ini juga disita petugas karena tidak memenuhi standar kelayakan kendaraan bermotor.

"Misalnya tidak menggunakan spion, knalpot brong atau menggunakan velg atau ban tipis yang tidak sesuai dengan standar pabrik," katanya.

Kegiatan patroli ini merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Menurut Kapolres, dalam ketentuan itu disebutkan bahwa setiap kendaraan yang dioperasikan di jalan raya wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, serta dilarang digunakan untuk balap liar.

"Penindakan ini bukan semata-mata represif, melainkan bagian dari langkah preventif untuk memastikan suasana Ramadhan di Pamekasan tetap kondusif," katanya.

Tujuan utama kegiatan ini, sambung dia, untuk mewujudkan kamtibmas selama bulan suci Ramadhan.

"Kami ingin masyarakat dapat beribadah tanpa terganggu kebisingan seperti kegiatan balapan liar yang banyak dilakukan warga menjelang buka puasa dan menjelang makan sahur," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.