Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jasa Joki Skripsi Marak di Perguruan Tinggi, Ini Ancaman bagi Integritas Akademik.

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 12:33 WIB | Oleh:
Jasa Joki Skripsi Marak di Perguruan Tinggi, Ini Ancaman bagi Integritas Akademik. Doc: Antara Foto
Ket. Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih.

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Fraud Akademik Nasional untuk mengatasi praktik kecurangan akademik, termasuk maraknya jasa joki skripsi di perguruan tinggi.

"Jika lulusan perguruan tinggi kita tidak memiliki kompetensi nyata karena gelar sarjananya dibeli lewat joki, maka yang akan kita panen adalah bencana demografi. Dunia industri akan semakin tidak percaya pada ijazah dari kampus dalam negeri," kata pria yang akrab disapa Fikri itu di Jakarta, Kamis.

Fikri pun mengusulkan agar Satgas Anti-Fraud Akademik Nasional itu nantinya dilengkapi dengan sistem pelaporan anonim atau whistleblowing system.

Mekanisme tersebut, menurutnya, dapat memberikan ruang bagi mahasiswa, dosen, maupun pihak lain untuk melaporkan dugaan praktik kecurangan akademik tanpa khawatir identitasnya diketahui.

Usulan tersebut disampaikan Fikri merespons temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026 yang menunjukkan praktik joki skripsi ditemukan di 91 persen perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut Fikri, penanganan praktik joki skripsi tidak cukup dilakukan melalui imbauan kepada mahasiswa maupun perguruan tinggi. Ia mengatakan diperlukan mekanisme pengawasan dan penindakan yang lebih terstruktur untuk memutus praktik kecurangan akademik.

"Sebagai anggota Komisi X DPR RI, saya menyikapi fenomena ini sebagai kondisi darurat integritas akademik. Kita mencetak sarjana secara kuantitas, tetapi secara kualitas dan moral kita mengalami kemunduran. Ini tidak bisa hanya disikapi dengan imbauan, melainkan butuh investigasi menyeluruh ke dalam sistem evaluasi pendidikan tinggi kita," ucap dia.

Selain penguatan pengawasan, Fikri menilai persoalan joki skripsi pun perlu ditangani dari sisi sistem pendidikan tinggi. Ia menyoroti beban administratif dosen dan persoalan kesejahteraan yang menurutnya turut memengaruhi kualitas proses pembimbingan mahasiswa.

"Solusinya, pemerintah harus segera melakukan debirokratisasi administrasi dosen dan menaikkan standar kesejahteraan dosen. Dosen harus dikembalikan ke muruahnya sebagai pendidik dan peneliti, bukan pekerja klerikal administrasi," kata dia.

Fikri juga mendorong perguruan tinggi memperluas bentuk tugas akhir mahasiswa. Selain skripsi, kampus dapat memberikan pilihan seperti pembuatan prototipe atau karya inovasi yang disesuaikan dengan bidang keilmuan.

Menurut dia, diversifikasi tugas akhir dapat menjadi salah satu cara mengurangi peluang terjadinya praktik perjokian karena bentuk dan proses pengerjaannya lebih beragam.

Sebelumnya, KPK telah meluncurkan skor SPI Pendidikan 2026 pada Selasa (6/10). Plh. Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Dian Novianthi mengatakan Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan digunakan untuk memotret kondisi integritas pendidikan sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dan ekosistem pendidikan yang berintegritas.

Salah satu temuan KPK dalam SPI Pendidikan 2026 adalah terkait dengan laporan 43 persen responden perguruan tinggi mengenai adanya mahasiswa yang membayar pihak lain untuk mengerjakan tugas akhir atau tugas tertentu. Praktik tersebut ditemukan pada 91 persen satuan pendidikan tinggi yang disurvei.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Daerah
Basarnas Akan Kerahkan Dua ...
Daerah
BMKG: Waspadai Banjir Rob d...
Advertisement
Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

Apakah Termasuk Pemain Tambahan yang Akan Direktrut untuk Piala Asia 2027? Taisei Marukawa Selangkah Lagi Jadi WNI

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.