Meksiko Bergejolak Jelang Piala Dunia 2026, Akankah FIFA Pindahkan Venue?
Jumat, 27 Feb 2026, 18:50 WIBJAKARTA - Kekhawatiran terhadap keamanan Meksiko jelang perhelatan Piala Dunia FIFA 2026 kembali mencuat setelah gelombang kekerasan kartel meluas di sejumlah wilayah. Situasi ini memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan pemindahan pertandingan apabila kondisi keamanan dinilai tidak kondusif.
Kekerasan tersebut terjadi menyusul kematian pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, dalam tahanan usai operasi keamanan di Tapalpa, Jalisco, Minggu (22/2). Insiden itu dilaporkan memicu pembakaran kendaraan, pendirian blokade jalan, hingga bentrokan bersenjata yang menyebabkan korban jiwa di kalangan aparat keamanan.
Lonjakan eskalasi keamanan tersebut memicu kekhawatiran mengenai kesiapan Meksiko menjadi tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada pada Piala Dunia 2026. Sejumlah penggemar bahkan menyuarakan opsi pemindahan laga ke negara lain jika kekerasan terus berlanjut dan berpotensi mengancam keselamatan pemain maupun suporter.
Dalam regulasinya, FIFA memiliki kewenangan untuk membatalkan, menjadwal ulang, atau memindahkan satu atau lebih pertandingan, termasuk keseluruhan turnamen, apabila terdapat keadaan kahar atau isu keselamatan. Keadaan kahar didefinisikan sebagai peristiwa seperti perang, kejahatan, wabah penyakit, atau kondisi tak terduga lain yang menghalangi pelaksanaan kewajiban dalam perjanjian hukum.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada indikasi bahwa Meksiko akan dicabut haknya sebagai tuan rumah. Juru bicara FIFA menyatakan pihaknya terus memantau situasi dan menjalin komunikasi dengan otoritas federal maupun daerah guna memastikan keamanan publik tetap terjaga.
"Kami akan terus mengikuti tindakan dan arahan dari berbagai lembaga pemerintah, yang bertujuan untuk menjaga keselamatan publik dan memulihkan keadaan normal, dan kami menegaskan kembali kerja sama erat kami dengan pemerintah federal, negara bagian, dan daerah," kata juru bicara FIFA, seperti dikutip dari laporan media internasional.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga menegaskan keyakinannya bahwa turnamen akan berjalan sesuai rencana.
"Kami mengamati dengan sangat cermat apa yang terjadi di Meksiko. Kami sedang berhubungan dengan kepresidenan, dengan pihak berwenang, dan kami sangat yakin bahwa semuanya akan berjalan dengan baik: babak play-off dan kemudian Piala Dunia. Ini akan menjadi sebuah perayaan," ujar Infantino.
Dalam sejarahnya, FIFA pernah memindahkan turnamen karena faktor eksternal. Pada 2003, Piala Dunia Wanita dipindahkan dari Tiongkok ke Amerika Serikat akibat wabah SARS, sementara pada 2023 hak tuan rumah Piala Dunia U-20 dicabut dari Indonesia dan dialihkan ke Argentina karena polemik politik terkait partisipasi tim Israel.
Preseden tersebut menunjukkan bahwa faktor keamanan dan stabilitas politik dapat memengaruhi keputusan penyelenggaraan turnamen internasional. Namun untuk saat ini, FIFA menegaskan fokusnya adalah bekerja sama dengan pemerintah Meksiko guna memastikan Piala Dunia 2026 tetap berlangsung aman dan sesuai jadwal.
- Gianni Infantino
- FIFA
- Piala Dunia 2026
- Tuan Rumah Piala Dunia
- Keamanan Internasional
- Meksiko
- Kartel CJNG Meksiko
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Bogor Membludak! Ratusan Ribu Wisatawan Tumpah Saat Lebaran
-
Misa Kamis Putih hingga Jumat Agung Berjalan Super Aman, Toleransi Papua Barat Dipuji
-
Pemberangkatan Jamaah Haji NTB Tetap Sesuai Jadwal 22 April 2026 Meski Perang di Timteng
-
Mesir Andalkan Salah untuk Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026
-
Lama Tak Terdengar, Kasus COVID-19 Kembali Muncul di Hanoi dengan 29 Kasus Sejak Awal 2026
-
Harga Minyak Global Tembus $115 per Barel, Saham Asia Anjlok Seiring Eskalasi Konflik Timur Tengah
-
FIFA Tingkatkan Hadiah Piala Dunia 2026 hingga 15 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.