- Home
-
- Megapolitan
-
- Diduga Jadi Tempat Prostit...
Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Pemkot Jaktim Tutup Dua Akses Taman Kota Cawang
Jumat, 27 Feb 2026, 15:30 WIBJAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menutup permanen dua titik akses masuk Taman Kota di kawasan Cawang, Kebon Pala, Makasar, karena diduga menjadi tempat prostitusi sesama jenis saat malam hari.
"Ada dua titik yang hari ini kita coba tutup secara permanen dengan pengecoran, bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota," kata Camat Makasar Dimas Prayudi di Taman Kota, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (27/2).
Penutupan akses itu dilakukan secara terpadu bersama dengan jajaran lintas instansi, yang melibatkan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, pihak kelurahan, serta unsur tiga pilar yang terdiri dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Pala.
"Kita mencoba mengurangi dampak kerawanan sosial di lokasi taman yang ada di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, karena ada beberapa informasi dan perhatian masyarakat berkaitan dengan penyalahgunaan fungsi taman di lokasi ini," jelas Dimas.
Tak hanya itu, bagian pagar taman yang berbatasan dengan area tol juga turut menjadi perhatian.
Personel gabungan menemukan celah pada pagar yang kerap digunakan warga untuk masuk ke area taman secara tidak resmi.
Pada hari yang sama, petugas langsung melakukan pengelasan untuk menutup akses tersebut.
"Hari ini, kita coba las karena memang ada beberapa aktivitas warga yang menggunakan celah itu untuk masuk ke area taman," ujar Dimas.
Menurut dia, taman tersebut sudah beberapa kali disinyalir disalahgunakan oleh pihak tertentu.
"Apa yang kami lakukan hari ini sifatnya preventif untuk mengurangi dampak tersebut. Yang paling penting, ini tugas kita bersama untuk menjaga taman," tegas Dimas.
Oleh karena itu, jajaran kecamatan bersama instansi terkait berupaya melakukan langkah preventif agar taman tersebut kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
"Harapan kami, masyarakat, khususnya di Jakarta Timur, bisa memanfaatkan taman sesuai dengan fungsinya. Kalau ada tindakan negatif atau penyalahgunaan, kita ingin itu bisa dikurangi," tutur Dimas.
Sebelumnya, viral di media sosial Instagram @ijoel yang memperlihatkan sekumpulan remaja laki-laki masuk ke Taman Kota di kawasan Cawang melalui pinggiran pagar.
"Di taman sini sering jadi tempat kumpul cowo-cowo entah cowo bagaimana, saya tidak tau indikasinya mereka apa, setiap malam di atas jam 01.00 WIB pagi, mereka kumpul terus masuk ke taman entah ngapain sampai jam 02.00 pagi," ucap seseorang yang mengambil video di lokasi, seperti dikutip Instagram @ijoel.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tak Gentar Perang Dagang, Wamendag: Indonesia Justru Perkuat Relasi Perdagangan Internasional!
-
Terus Ciptakan Wirausaha Baru dari Kampus, UNDIP Gandeng Kementerian UMKM, Perkuat Ekosistem
-
Pemkab Jayapura: Wilayah Pembangunan III Fokus Penguatan Perkebunan
-
Karhutla Riau Meluas. BPBD-Damkar Fokus Pemadaman di Inhil, Inhu, dan Rohil
-
Australia Serahkan 5 Juta Dolar untuk Bendung Penyebaran Virus Ebola
-
Menko Pangan Ajak Semua Pihak Sukseskan MBG sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat di Daerah
-
Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz Setelah Gencatan Senjata Diperpanjang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.