Warga Keluhkan Jalan Kampung Kramat Cipayung yang Retak

Kamis, 26 Feb 2026, 11:03 WIB

JAKARTA – Sebagian warga mengeluhkan kerusakan Jalan Kampung Kramat di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur yang mengalami retak dan amblas.

Salah satu warga, Suprianto (42), mengatakan kerusakan tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi bermula dari retakan kecil yang sudah terlihat sebelumnya dan terus melebar hingga kondisi jalan menjadi retak dan amblas.

Ket. Foto: Kondisi retak dan amblasnya Jalan Kampung Kramat di Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2026). — Sumber: ANTARA

"Ini sudah satu mingguan ke sini. Awalnya memang retak-retak di sini, jadi perlahan retak-retak sehingga terjadi seperti ini keadaan jalannya," katanya di Jakarta, Kamis(26/2).

Menurut dia, jalan tersebut merupakan salah satu jalur alternatif utama yang menghubungkan wilayah Jakarta Timur dengan Bekasi, Jawa Barat. Oleh karena itu, intensitas kendaraan yang melintas tergolong tinggi, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

"Kurang lebih yang paling parah itu pagi sama sore. Jadi aktivitas untuk pekerja itu merasa terhambat karena jalan ini posisinya jalan alternatif utama untuk menuju Bekasi dan Jakarta Timur," jelas Suprianto.

Dia mengaku kurang mengetahui secara pasti apakah sudah ada petugas yang turun langsung ke lokasi. Namun, dia memperkirakan pihak kecamatan kemungkinan sudah melakukan kontrol.

"Kalau petugas datang atau tidak kurang tahu, tapi jajaran kecamatan mungkin sudah ada yang mengontrol," ucap Suprianto.

Hal serupa dikatakan warga sekitar lainnya, Ezza (29). Ezza menyebut kondisi jalan yang retak dan tidak merata membuat arus lalu lintas melambat.

Apalagi, pada sore hari kemacetan disebut semakin parah karena banyak kendaraan harus mengurangi kecepatan saat melintasi titik kerusakan.

"Kalau sore jam pulang kerja atau pagi-pagi itu ramai banget, jadi macet lalu lintas," ucapnya.

Meski belum ada laporan korban jiwa, dia mengakui kerusakan jalan cukup berisiko bagi pengendara, terutama pada malam hari ketika pencahayaan terbatas.

"Korban jatuh alhamdulillah setau saya belum ada. Kalau kendaraan biasanya yang kena bagian bawah kendaraan kalau tidak hati-hati, apalagi malam. Semakin sore semakin macet," jelas Ezza.

Dia berharap menjelang periode mudik perbaikan dapat segera dilakukan agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat dan mencegah risiko kecelakaan.

"Harapan kita sebagai masyarakat umum ya secepatnya diperbaiki karena ini kan bagian umum, mau Lebaran juga, terus ini jalan alternatif jadi tidak mengganggu aktivitas warga sekitarnya," ucap Ezza.

  • Jalan Retak

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.