- Home
-
- Megapolitan
-
- Kisruh Krematorium Kalider...
Kisruh Krematorium Kalideres Memanas, Pemkot Jakarta Barat Pilih Posisi Netral dan Buka Dialog
Kamis, 26 Feb 2026, 16:35 WIBJakarta - Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) tidak memihak siapa pun dalam kisruh penolakan warga Kalideres terhadap pembangunan rumah duka dan krematorium di dekat kawasan tempat tinggal mereka.
"Yang pertama tentu Pemkot Jakbar tidak memihak, kami netral. Kami mendengarkan semua masukan, aspirasi, saran, keterangan yang diberikan oleh seluruh pihak," kata Iin kepada ANTARA usai memediasi pertemuan antara pihak pengembang dan warga di Jakarta, Kamis (26/2).
Dalam mediasi tersebut, Iin memberikan kesempatan kepada warga Kalideres, pihak pengembang dari Yayasan Rumah Swarga Abadi, Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) terkait, serta Kecamatan Kalideres.
"Pertama, pihak yang kami mintakan informasi adalah dari masyarakat ya, dari pengurus RW. Kami mengundang pengurus RW di Kelurahan Kalideres dan Pegadungan," katanya.
Dari warga, Iin menampung keluhan terkait alasan penolakan. Kemudian pihak pengembang dimintai keterangan terkait pelaksanaan proyek, termasuk perizinan.
"Juga kami mendengarkan informasi keterangan dari semua UKPD terkait. Tadi ada Suku Badan Aset soal perjanjian kerja samanya. Kemudian dari Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP)," kata Iin.
Kemudian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)Â terkait dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan juga dari Sudin Lingkungan Hidup terkait dari proses pengurusan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal).
"Sebelum menjadi Amdal kan prosesnya ada di Sudin, kalau Amdal itu ada di Dinas," ujarnya.
Iin menegaskan bahwa mediasi yang melibatkan seluruh komponen itu ditujukan agar perkara yang ada mendapat titik temu.
"Rapat koordinasi ini dengan seluruh komponen terkait yang kami undang, ini kita menunjukkan pemerintah hadir. Artinya kami melakukan upaya koordinasi secara intensif dan efektif, tujuannya agar semua berjalan dengan kondusif," ucapnya.
Sebelumnya, warga Perumahan Citra 2, Kalideres, Jakarta Barat melakukan aksi unjuk rasa yang menolak pembangunan rumah duka dan krematorium di kawasan tempat tinggal mereka, Sabtu (21/2).
Perwakilan masyarakat Citra 2, Budiman Tandiono, menyebut warga tak pernah diberitahu akan adanya pembangunan rumah duka dan krematorium yang berada di depan perumahan mereka.
Menurutnya, warga baru mengetahui adanya pembangunan setelah alat berat masuk ke lokasi pada pertengahan bulan ini.
âKami tidak pernah menerima sosialisasi atau pemberitahuan resmi. Tahu-tahu sudah ada alat berat masuk dan pembangunan berjalan,â ujarnya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hasil Laga Super League 2025/2026: Borneo FC Kokoh di Puncak Klasemen, Satu Gol Peralta Hempaskan Persis
-
Buka Diklat Satgas, Fahira Idris: Menuju Satu Dekade, Bang Japar Terus Berbuat dan Semakin Bermanfaat
-
Berikut Rekayasa Lalu Lintas Terkait Pelantikan Kepala Daerah
-
Zelensky Siap Kooperatif di Rencana Perdamaian AS, Tapi Eropa Bilang Itu Pengkhianatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.