Kalsel Kebut Pelabuhan Internasional Mekar Putih, Ambisi Jadi Hub Logistik Kalimantan
Kamis, 26 Feb 2026, 17:50 WIBBANJARMASIN â Pembangunan Pelabuhan Internasional Mekar Putih di Kabupaten Kotabaru menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas logistik dan memperluas akses perdagangan ekspor-impor dari wilayah selatan Kalimantan.
Dengan posisi geografis yang berhadapan langsung dengan jalur pelayaran internasional, pelabuhan ini berpotensi menjadi simpul distribusi baru yang mengurangi ketergantungan pada pelabuhan utama di luar daerah.
Secara analitis, kehadiran pelabuhan internasional akan menekan biaya logistik, mempercepat arus barang, serta meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah seperti hasil tambang, perkebunan, dan perikanan.
Efisiensi ini penting mengingat struktur biaya logistik Indonesia masih relatif tinggi dibandingkan negara-negara kawasan.
Lebih jauh, pembangunan pelabuhan juga dapat mendorong tumbuhnya kawasan industri dan pusat ekonomi baru di sekitarnya, menciptakan efek berganda terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan daerah.
Namun, agar manfaatnya optimal, proyek ini perlu didukung perencanaan terpadu, kepastian investasi, serta konektivitas darat yang memadai.
Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan turut berkontribusi mematangkan rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Mekar Putih di Kabupaten Kotabaru, yang menjadi salah satu proyek strategis di provinsi itu.
Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi menjelaskan, lokasi Mekar Putih memiliki posisi yang sangat strategis karena dilintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, yakni jalur pelayaran internasional yang melewati Selat Makassar di antara Kalimantan dan Sulawesi.
âWilayah Kotabaru berada pada posisi yang sangat strategis karena dilintasi ALKI II. Ini merupakan jalur laut internasional di Selat Makassar, sehingga potensi pengembangan pelabuhan sangat besar,â ujarnya di Banjarbaru, Kamis (26/2).
Selain faktor jalur pelayaran, kawasan Mekar Putih juga memiliki kedalaman laut mencapai sekitar 20 meter.
Kondisi ini memungkinkan kapal-kapal besar dengan kapasitas angkut ribuan DWT dapat bersandar dan melakukan aktivitas logistik.
Menurut Fitri, keberadaan pelabuhan ini nantinya diharapkan dapat menjadi simpul distribusi logistik, termasuk untuk mendukung kebutuhan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) maupun wilayah lain di Kalimantan dari Kalimantan Selatan.
Dari sisi regulasi, pemerintah daerah telah aktif korespondensi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Hasilnya, Pelabuhan Mekar Putih telah resmi masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN).
âDengan telah diterbitkannya RIPN, secara prinsip Pelabuhan Mekar Putih sudah memiliki dasar untuk dapat dioperasikan oleh badan usaha yang nantinya menjadi pengelola,â jelas Fitri.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat Dinas Perhubungan melakukan pendampingan bersama Dinas PUPR, Bappeda, ITS Surabaya dan perusahaan calon pengelola, akan melakukan kunjungan ke Kementerian Perhubungan guna memperoleh arahan lanjutan terkait persiapan yang masih diperlukan.
Meski demikian, Fitri menegaskan bahwa saat ini proyek masih berada pada tahap perencanaan.
Salah satu prasyarat penting yang harus dipenuhi adalah pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang akan menjadi basis operasional pelabuhan.
âKEK harus terbangun terlebih dahulu. Proses penetapan tidak mudah karena menjadi kewenangan Dewan Nasional KEK dan mensyaratkan kesiapan infrastruktur,â katanya.
Beberapa dukungan infrastruktur tengah disiapkan oleh pemerintah provinsi, antara lain pembangunan jalan pendekat menuju pelabuhan oleh Dinas PUPR serta penyiapan dan penguasaan lahan oleh perusahaan pengelola.
Selain itu, penetapan pembangunan Pelabuhan Mekar Putih dalam RIPN juga telah disertai pembangunan Jembatan Pulau Laut Kalimantan.
Dalam proses pembangunan jembatan vital ini, Dishub Provinsi Kalsel berperan dalam korespondensi dengan Ditjen Perhubungan Laut untuk penerbitan clearance bawah jembatan untuk keselamatan pelayaran dan dengan Ditjen Perhubungan Udara untuk penerbitan clearance atas untuk menjamin keselamatan penerbangan yang melintas di atas jembatan tersebut.
âPemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap seluruh proses sinkronisasi dan persiapan dapat berjalan lancar, sehingga pembangunan Pelabuhan Internasional Mekar Putih dapat segera berlanjut dan memberikan dampak ekonomi bagi daerah,â tutupnya.
- Pelabuhan Internasional Mekar Putih
- kabupaten kotabaru
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.