- Home
-
- Megapolitan
-
- Mudik Makin Santai! Pempro...
Mudik Makin Santai! Pemprov DKI Terapkan WFA, Libur Lebaran Selama 13 Hari
Rabu, 25 Feb 2026, 17:20 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) bagi pegawai untuk mengurangi kepadatan arus mudik Lebaran 1447 Hijriyah. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta karena memungkinkan masa libur lebih panjang.
Skema tersebut merupakan kombinasi antara sistem WFA, cuti bersama, dan libur akhir pekan yang dirancang terintegrasi. Dengan pengaturan ini, total masa libur Idulfitri dapat mencapai 13 hari apabila dihitung sejak akhir pekan sebelum periode WFA dimulai.
Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menyatakan kebijakan ini bertujuan mengurai kepadatan sekaligus memberi ruang bagi masyarakat menikmati momen Lebaran bersama keluarga. Ia menilai fleksibilitas kerja akan membantu distribusi arus mudik lebih merata.
"Mengurangi kepadatan arus mudik. Sekaligus memberi kesempatan kepada masyarakat menikmati momentum Lebaran bersama keluarga," ujar Khoirudin.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2026 yang juga diperkuat dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri. Pemerintah pusat turut mengimbau perusahaan swasta agar mengadopsi pola kerja fleksibel pada periode yang telah ditentukan.
Menteri Ketenagakerjaan Yasierli bahkan meminta kepala daerah mendorong perusahaan di wilayah masing-masing agar memberikan kesempatan pekerja melaksanakan WFA. Langkah ini diharapkan mampu menekan lonjakan pergerakan masyarakat dalam satu waktu tertentu.
Secara terpisah, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua menyebut pengaturan tersebut memberi kesempatan bagi warga untuk mudik lebih awal tanpa menunggu cuti bersama resmi. Dengan demikian, masyarakat dapat mengatur perjalanan secara lebih nyaman dan tidak terburu-buru.
"Sehingga, mereka dapat menikmati libur Lebaran selama 13 hari. Dengan jadwal seperti itu, pekerja punya waktu lebih fleksibel untuk mudik Lebaran hingga tak perlu buru-buru kembali ke kota," kata Inggard.
Jika dihitung sejak Minggu, 15 Maret hingga Selasa, 24 Maret 2026, masyarakat berpotensi menikmati masa libur panjang hingga 13 hari. Pola ini diyakini mampu mengurai kepadatan arus kendaraan di jalur-jalur utama mudik.
Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono berharap kebijakan tersebut dapat membuat arus perjalanan lebih merata dan meningkatkan kenyamanan selama periode Lebaran. Ia menegaskan pelayanan publik tetap menjadi prioritas meski sistem kerja fleksibel diterapkan.
"Meski menerapkan skema fleksibel, pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Sampai pelayanan di lapangan terganggu," tegas Mujiyono.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menyampaikan bahwa Pemprov DKI akan mengikuti arahan pemerintah pusat terkait penerapan WFA. Penyesuaian teknis pelaksanaan tugas kedinasan secara fleksibel akan disusun agar tetap menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat selama masa Idulfitri.
- Mudik
- Libur Lebaran
- Pemprov DKI Jakarta
- Lebaran Idul Fitri
- WFA
- Mudik Lebaran 2026
- Kebijakan WFA Lebaran
- Idulfitri 1447 Hijriah
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Kemendagri Beri Penghargaan Pemda Berprestasi 2026 Regional Papua di Jayapura
-
Pemprov DKI Resmikan LRT Jakarta Velodrome-Manggarai pada Agustus 2026
-
Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Papua: Juara 1 Dapat Hadiah Bantuan Rp3 Miliar
-
Jakarta Robotic Games Jadi Agenda Tahunan, Gubernur Pramono: Cetak Talenta AI
-
Jakarta IP Market 2026 Resmi Dibuka, Dorong IP Lokal Tembus Global
-
Buka JEFF 2026 di Balai Kota, Gubernur Pramono Anung Terima Rekor MURI
-
Color of Jakarta 2026: Gubernur Pramono Janjikan Transportasi Gratis 5 Hari di HUT 500 Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.