Fajar/Fikri Kejar Gelar All England 2026 Tanpa Beban

Rabu, 25 Feb 2026, 06:51 WIB

JAKARTA - Berbekal pengalaman pernah meraih juara, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri tak ingin terjebak romantisme masa lalu. Menatap All England 2026, keduanya memilih menjadikan status mantan juara sebagai suntikan motivasi, bukan beban yang menghambat langkah.

Fikri pernah mencicipi gelar juara pada edisi 2022 bersama Bagas Maulana. Setahun berselang, Fajar berjaya pada tahun 2023 dan 2024 bersama Muhammad Rian Ardianto. Kini, dengan kombinasi baru, keduanya bersiap menantang kerasnya persaingan di turnamen level BWF World Tour Super 1000 tersebut.

Ket. Foto: Fajar Alfian (kiri) dan Muhammad Shohibul Fikri dari Indonesia memukul bola balasan ke arah Nikolaus Joaquin dan Raymond Indra dari Indonesia pada pertandingan final ganda putra turnamen bulu tangkis Australia Terbuka di Sydney. — Sumber: DAVID GRAY / AFP

“Yang pasti, kami sudah pernah mengalami hal yang ditargetkan seperti itu. Kami juga harus bisa tidak menjadikan itu sebagai beban, tetapi sebagai motivasi,” ujar Fajar.

Dia menegaskan, fokus utama mereka adalah menjalani persiapan sebaik mungkin. All England, menurutnya, bukan sekadar turnamen besar, melainkan ajang yang menuntut kesiapan teknis dan mental. Dia ingin memenuhi target pelatih dan PBSI, sekaligus ambisi pribadi untuk tampil optimal, bahkan kembali merebut gelar juara.

Fikri sepakat. Dia menilai target yang dibebankan justru menjadi suntikan semangat tambahan. “Tapi jangan terlalu diambil menjadi beban, karena ini bukan yang pertama kali juga kami seperti ini. Kami harus bisa lalui,” tegasnya. Kepercayaan diri, lanjut Fikri, menjadi modal penting untuk mewujudkan target tersebut.

Persaingan jelas tidak ringan. Salah satu pasangan yang diprediksi kembali menjadi ancaman adalah Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari Korea Selatan. Fajar mengakui konsistensi mereka sepanjang musim lalu, termasuk kemampuan mempertahankan gelar di sejumlah turnamen besar. “Tahun lalu mereka bisa juara di All England, tapi bukan menutup kemungkinan pasangan lain tidak bisa mengalahkannya,” ujar Fajar, yang bersama Fikri juga sukses menjuarai China Open 2025.

Meski demikian, Fajar menegaskan mereka tidak ingin terpaku pada satu rival. Menurutnya, kekuatan ganda putra kini semakin merata. “Selalu ada harapan buat juara di All England. Kami tidak mau terlalu fokus terhadap Kim/Seo, tapi juga pasangan lain. Siapa pun lawannya, kami ingin melampaui yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, PBSI menempatkan program aklimatisasi sebagai bagian krusial persiapan menuju All England 2026 yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, 3–8 Maret 2026. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menyebut adaptasi terhadap cuaca, zona waktu, dan kondisi arena menjadi perhatian utama. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.