- Home
-
- Luar Negeri
-
- Donald Trump Dorong Jalur ...
Donald Trump Dorong Jalur Damai, AS Desak Seluruh Dunia Setop Bantu Rusia Sekarang Juga
Rabu, 25 Feb 2026, 17:17 WIBHAMILTON -Â Arena sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menjadi panggung konfrontasi terbuka antara Amerika Serikat dan China terkait kelanjutan perang Rusia di Ukraina, Selasa (24/2).Â
Washington, yang kini berada di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, secara tegas menyerukan penghentian segala bentuk dukungan asing yang memungkinkan mesin perang Moskow terus beroperasi. Meski mengklaim bahwa kesepakatan damai kini berada pada titik terdekat sejak konflik pecah empat tahun silam, Amerika Serikat meyakini bahwa keterlibatan aktor luar seperti China menjadi hambatan utama dalam mewujudkan solusi diplomatik yang permanen.
âEmpat tahun yang panjang dan brutal telah berlalu sejak perang Rusia-Ukraina meningkat ke skala mengerikan seperti saat ini, yang mengakibatkan ribuan korban,â kata Wakil Duta Besar AS untuk PBB Tammy Bruce dalam sidang Dewan Keamanan PBB, seraya menyerukan agar perang tersebut âsegera diakhiri.â
Menegaskan bahwa Washington di bawah Presiden Donald Trump mendorong penyelesaian melalui perundingan, Bruce mengatakan bahwa kekuatan militer tidak akan pernah menyelesaikan konflik tersebut.
âKekuatan militer tidak akan pernah menyelesaikan konflik ini â hanya solusi diplomatik yang disepakati kedua belah pihak yang dapat melakukannya,â ujarnya.
âKami kini lebih dekat pada kesepakatan dibandingkan titik mana pun sejak perang dimulai. Namun jelas kami belum mencapainya â pertempuran masih terus berlangsung,â tambahnya.
Bruce juga menyoroti dugaan dukungan asing terhadap Moskow dan mengeklaim bahwa "China tetap menjadi pihak penentu yang memungkinkan mesin industri perang Rusia terus berjalan".
âKami telah berulang kali mendesak China di forum ini untuk berhenti memasok barang guna ganda dan komponen material kepada Rusia yang pada akhirnya digunakan dalam drone dan senjata lain di Ukraina,â katanya.
Ia juga mengkritik Korea Utara, Iran, dan Kuba karena diduga menyediakan pasukan, senjata, dan teknologi yang memperpanjang konflik.
âAmerika Serikat menyerukan seluruh negara anggota PBB untuk mengakhiri segala bentuk dukungan yang memungkinkan kelanjutan perang yang tercela ini, yang menimbulkan korban kemanusiaan yang menghancurkan serta mengancam perdamaian dan keamanan di seluruh dunia,â ujarnya.
Utusan China untuk PBB Fu Cong dengan tegas mengkritik pernyataan wakil utusan AS tersebut. âPernyataan yang baru saja disampaikan perwakilan AS kembali mencemarkan dan memfitnah China, yang sama sekali tidak dapat diterima,â katanya.
âChina bukan pencipta krisis Ukraina dan bukan pula pihak dalam konflik ini,â ujarnya, seraya menambahkan bahwa Beijing terus menjalankan "hubungan ekonomi dan perdagangan yang normal" dengan Rusia dan Ukraina, serta dengan AS dan negara-negara Eropa.
Fu juga menegaskan China akan terus "mengambil langkah yang wajar untuk menjaga keamanan energi". Ia menuduh AS mengada-ada dengan berbagai dalih dan kebohongan di berbagai forum.
âAS terus menyerang dan mencemarkan China. Ini adalah manipulasi politik yang nyata,â katanya.
âTujuannya adalah memicu konfrontasi blok serta menciptakan perpecahan dan konflik,â ujarnya, seraya menyerukan AS untuk berhenti mengalihkan perhatian, berhenti saling menyalahkan, dan berhenti menciptakan konflik serta perang di berbagai belahan dunia.
- pbb
- amerika serikat
- china
- dewan keamanan pbb
- perang rusia ukraina
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Wanita Venezuela Bela Aksi Trump: Ambil Minyak Kami, Asal Kami Merdeka!
-
Kisah Helikopter Deteksi Radiasi Nuklir Mi-24 Hind Langka Milik Ukraina
-
Banjir Rendam Sembilan RT di Jakarta dan Dua Ruas Jalan
-
Bank Tanah Siap Dukung, Kopdes Merah Putih Segera Punya Lahan Produktif
-
Dompet Dhuafa Terjunkan Tim untuk Bantu Cari Korban Longsor Banjarnegara
-
Mendiktisaintek Siap Kerahkan Kampus Tangani Sampah di Kota Bandung
-
Cerita Warga Venezuela Kabur dari Ngerinya Rezim Maduro: Kami Hanya Ingin Hidup
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.