Rupiah Keok, Dolar AS Tembus Rp16.829, Cek Penyebabnya di Sini
Selasa, 24 Feb 2026, 17:08 WIBJAKARTA -Â Tekanan eksternal yang dipicu oleh ekspektasi suku bunga tinggi di Amerika Serikat kembali menyeret nilai tukar rupiah ke zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (24/2).
Mata uang Garuda tercatat melemah 27 poin ke level Rp16.829 per dolar AS, seiring dengan meningkatnya probabilitas The Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat pada pertemuan Maret mendatang.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan pelemahan rupiah dipicu ekspektasi suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama.
Mengutip Xinhua, CME FedWatch Tool melaporkan probabilitas Federal Reserve mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Maret 2026 meningkat jadi 94 persen dari sekitar 80 persen.
âPelemahan rupiah sebesar 27 poin dari posisi sebelumnya di Rp16.802 mencerminkan tekanan eksternal yang masih dominan di pasar keuangan. Penguatan dolar AS terjadi seiring ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang bertahan tinggi lebih lama,â katanya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.
Selain itu, data ekonomi AS yang relatif solid dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tetap atraktif turut mempengaruhi pelemahan kurs rupiah.
Tercatat, indeks dari Dallas Fed Manufacturing AS mencapai angka 0,2 dari sebelumnya -1,2. Selain itu juga data Chicago National yang mencapai 0,18 poin, lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang hanya -0,21.
âKondisi tersebut mendorong pergeseran arus modal global menuju aset berbasis dolar serta meningkatkan sikap risk aversion terhadap mata uang emerging markets, termasuk rupiah,â ungkap Taufan.
Melihat sentimen domestik, lanjutnya, pasar mencermati konsistensi kebijakan moneter dan langkah stabilisasi nilai tukar oleh otoritas. Kendati fundamental makroekonomi Indonesia seperti pertumbuhan dan inflasi masih terjaga, lanjutnya, dinamika arus modal asing di pasar obligasi dan saham tetap menjadi faktor penentu volatilitas rupiah.
Permintaan valuta asing untuk kebutuhan impor dan pembayaran kewajiban luar negeri juga memberi tekanan jangka pendek.
âSecara keseluruhan, kombinasi sentimen global yang kuat dan faktor domestik yang bersifat teknikal membuat pergerakan rupiah cenderung fluktuatif dalam waktu dekat,â ujar dia.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.830 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.818 per dolar AS.
- kurs rupiah hari ini
- nilai tukar rupiah
- the fed
- kurs dolar as
- suku bunga as
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
IHSG Jumat Pagi Dibuka Menguat 0,12 Persen
-
Bupati Karawang Hujan-hujanan di Pantai Tangkolak, Ternyata Ini yang Dilakukannya Bersama TNI-Polri!
-
Serangan Israel Tewaskan Ilmuwan Nuklir Top Iran
-
Pemkab Penajam Gunakan NS1 Cegah Kematian akibat DBD
-
Rupiah Melemah 0,72%: APBN Tertekan, Daya Beli Masyarakat Terancam Turun
-
Harga Emas Galeri24 di Pegadaian Naik Jadi Rp2.76 Juta/Gram, UBS Tembus Rp2,82 Juta/Gr
-
Periode Pascalebaran, PELNI Berikan Diskon Tarif 20% untuk Muatan Kontainer
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.