Meski Banjir Sudah Surut, BNPB Ingatkan Warga Jawa Timur Tetap Siaga Cuaca Ekstrem
Selasa, 24 Feb 2026, 13:56 WIBJAKARTA â Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan warga di Jawa Timur untuk tetap siaga terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, meskipun kondisi banjir di sejumlah daerah terdampak sudah berangsur surut.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, di Jakarta, Selasa (24/2), mengatakan bahwa banjir sudah berangsur surut, termasuk wilayah di Kabupaten Pasuruan yang paling terdampak, saat ini ketinggian muka air menyusut tersisa di kisaran 10â50 sentimeter.
BNPB memastikan tim petugas gabungan di Pasuruan, Jawa Timur, masih bersiaga di lapangan dan mengawal distribusi logistik bagi warga terdampak, kesiapsiagaan tersebut dilakukan menyusul ditetapkannya status tanggap darurat bencana yang berlaku aktif hingga akhir Maret 2026.
Adapun banjir yang terjadi sejak pertengahan Februari itu dipicu luapan daerah aliran sungai (DAS) Wrati dan DAS Rejoso. Peristiwa tersebut berdampak pada 2.363 kepala keluarga di sejumlah kecamatan yang saat ini masih dalam pendampingan tim petugas gabungan.
Abdul menjelaskan meski sudah kondusif tetapi potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang tetap perlu diwaspadai, khususnya di wilayah Jawa Timur yang berada pada kategori siaga.
Dinamika atmosfer akibat penguatan Monsun Asia berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang jalur selatan dan tengah Pulau Jawa.
Sebagaimana prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur masih berada dalam periode kewaspadaan cuaca ekstrem hingga 26 Februari 2026.
Sejumlah daerah seperti Sukoharjo, Wonogiri, dan Pasuruan diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada siang dan sore hari.
BNPB menyebutkan kondisi tersebut dapat memicu banjir susulan maupun genangan baru di daerah rawan apabila curah hujan kembali meningkat dalam durasi lama.
Sebagai langkah mitigasi, BNPB mengimbau masyarakat rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi pemerintah serta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dengan jarak pandang terbatas.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menperin Minta Industri Serius Laporkan Data Lewat SIINas Demi Kebijakan Tepat Sasaran
-
Diversifikasi Sumber Pembiayaan dan Investasi, Menkeu Purbaya Jajaki Pelaku Pasar Tiongkok
-
Imigrasi Minta Pemberian Bebas Visa Kunjungan Dievaluasi
-
BNPB: 4.000 Liter Air Bersih Dikirim untuk Atasi Kekeringan di Bandung Barat
-
Pemprov Jabar Siapkan SMA Terbuka dan 751 Sekolah Swasta untuk Siswa SPMB 2026
-
Pesan Keras Hossam Hassan Bangkitkan Mesir, Cetak Kemenangan Perdana di Piala Dunia
-
Dibintangi Tretan Muslim, Film "Foufo" Padukan Kisah Alien dengan Drama Keluarga Madura
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.