Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iran dalam Bahaya, Menhan AS Pete Hegseth Beri Peringatan Terakhir: Kesepakatan atau Serangan Militer?

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 18:10 WIB | Oleh:
Iran dalam Bahaya, Menhan AS Pete Hegseth Beri Peringatan Terakhir: Kesepakatan atau Serangan Militer? Doc: Antara
Ket. Ilustrasi Gedung Putih.

WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump kembali mengirimkan sinyal keras kepada Teheran mengenai masa depan hubungan kedua negara.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa Washington kini membuka seluruh opsi—termasuk tindakan militer—sembari mendesak Iran untuk segera mencapai kesepakatan diplomatik yang konkret dalam pertemuan mendatang di Jenewa, Swiss.

“Iran harus membuat kesepakatan. Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan. Itulah hasil yang lebih diinginkan presiden,” ucapnya

Hegseth menekankan bahwa pihaknya bertugas untuk menyediakan berbagai opsi, termasuk memiliki opsi bagi Presiden Trump jika Iran memutuskan untuk menolak kesepakatan.

Ketika ditanya apakah serangan militer masih dipertimbangkan, Hegseth menjawab bahwa “semuanya masih menjadi opsi.”

“Itu keputusan presiden. Kami di sini untuk membantu memastikan kesepakatan tercapai. Dan saya pikir Iran akan bijak jika membuat kesepakatan yang baik,” tambahnya.

Sebelumnya pada Senin, Trump menolak laporan media yang menyebut Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine telah menyarankan presiden dan pejabat tinggi lainnya bahwa tindakan militer terhadap Iran dapat membawa risiko besar dan menyeret AS ke dalam konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.

“Banyak cerita dari media berita palsu yang beredar menyatakan bahwa Jenderal Daniel Caine, yang kadang disebut Razin, menentang kita untuk pergi berperang dengan Iran. Cerita tersebut tidak menyebutkan sumber yang memiliki pengetahuan yang begitu besar itu, dan itu 100 persen tidak benar,” tulis Trump di platform Truth Social.

Trump menegaskan bahwa keputusan apa pun terkait tindakan militer pada akhirnya berada di tangannya.

“Saya yang membuat keputusan, saya lebih memilih ada kesepakatan daripada tidak, tetapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara itu dan, sangat disayangkan, bagi rakyatnya, karena mereka hebat dan luar biasa, dan hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi pada mereka,” ucap Trump.

Adapun delegasi dari Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan bertemu kembali di Jenewa, Swiss, pada Kamis untuk melanjutkan pembahasan mengenai potensi kesepakatan nuklir di tengah meningkatnya ketegangan regional dan spekulasi mengenai perang yang diprediksi sejumlah pihak akan segera terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Lewat Metode Hunting, Kemen...

Berikut Harga BBM Per 5 Oktober 2026 yang Masih Stabil

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Berikut Harga BBM Per 5 Okt...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.