AS Klaim Tiongkok Kembangkan Nuklir Generasi Baru

Senin, 23 Feb 2026, 02:00 WIB

Washington — Badan intelijen Amerika Serikat (AS) meyakini Tiongkok tengah mengembangkan generasi baru senjata nuklir, sebagaimana dilaporkan CNN dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui penilaian intelijen tersebut.

Menurut klaim tersebut, Tiongkok diduga melakukan uji coba nuklir eksplosif pada Juni 2020, yang dinilai mencerminkan ambisi Beijing meningkatkan kemampuan nuklirnya menjadi yang paling maju secara teknologi di dunia. Pengembangan itu disebut mencakup rudal yang mampu membawa beberapa hulu ledak nuklir mini serta senjata nuklir taktis berdaya ledak rendah yang sebelumnya tidak dimiliki negara tersebut.

Ket. Foto: Rudal balistik antarbenua berkemampuan nuklir DF-41 milik Tiongkok di parade militer di Lapangan Tiananmen di Beijing, beberapa waktu lalu. — Sumber: AFP/GREG BAKER

Pemerintah AS memandang pengembangan tersebut berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan strategis global, terutama di kawasan Indo-Pasifik yang selama ini menjadi titik persaingan pengaruh kedua negara.

Isu ini juga diperkirakan akan menjadi salah satu agenda sensitif dalam pertemuan bilateral antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam kunjungan diplomatik mendatang.

Menanggapi tudingan itu, juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Washington DC, Liu Pengyu, menilai AS telah menyebarkan narasi yang keliru. Ia menegaskan bahwa AS “telah memutarbalikkan dan menjelekkan kebijakan nuklir Tiongkok.”

“Ini adalah manipulasi politik yang ditujukan untuk mengejar hegemoni nuklir dan menghindari tanggung jawab perlucutan senjata nuklir sendiri… Tiongkok dengan tegas menentang narasi semacam itu,” kata Liu.

Ia juga menambahkan, “Tuduhan AS tentang Tiongkok melakukan uji coba nuklir sama sekali tidak berdasar. Tiongkok menentang setiap upaya Amerika Serikat untuk mengarang alasan untuk melanjutkan uji coba nuklirnya sendiri.”

Kunjungan Trump

Di tengah isu tersebut, Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke Tiongkok pada 31 Maret hingga 2 April untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan ini menjadi yang pertama sejak Trump kembali menjabat, dengan agenda utama mencakup perdagangan, Taiwan, serta isu global seperti ambisi nuklir Iran dan perang Russia–Ukraina.

Trump sebelumnya terakhir mengunjungi Tiongkok pada November 2017 dan menyatakan memiliki hubungan baik dengan Xi. Sebagai balasan kunjungan kenegaraan, Trump berencana menjamu Xi di AS pada akhir tahun.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.