Jeju Bidik Jakarta dan DIY Kembangkan Energi Terbarukan
Senin, 17 Nov 2025, 15:35 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi Otonomi Khusus Jeju disebut tengah membidik kerja sama pengembangan energi terbarukan di wilayah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.
Duta Besar RI untuk Korea Selatan Cecep Herawan di Seoul beberapa waktu lalu mengatakan sebagai daerah khusus, Jeju memiliki keleluasaan untuk melakukan pengelolaan kawasan, salah satunya terkait kemandirian energi dengan energi terbarukan di wilayah tersebut.
âSalah satu yang ingin mereka kembangkan dengan Jakarta adalah menyalin dan mengimplementasikan kemandirian energi dengan energi terbarukan di pulau-pulau di Kepulauan Seribu, sebagaimana yang dilakukan di Jeju,â kata Cecep, sebagaimana ditulis di Jakarta, Senin (17/11).
Dia menuturkan kerja sama antara DKI Jakarta dengan Jeju saat ini terus dimatangkan. Seiring dengan rencana tersebut, Provinsi Jeju juga tengah membidik kerja sama serupa di Provinsi DI Yogyakarta.
âDengan Yogyakarta masih pembahasan awal. Tapi artinya, kerja sama yang terjalin tidak hanya pertukaran masyarakat, tapi juga bagaimana potensi kedua wilayah bisa saling melengkapi,â ujar Cecep.
Selain sektor energi, dia mengungkapkan kerja sama di sektor pariwisata juga telah lama terjalin antara Indonesia dan Jeju, misalnya kemitraan antara Bali dengan Jeju yang meliputi sejumlah program pengembangan kedua wilayah, terutama kerja sama pelatihan, pendidikan, dan promosi wisata.
âIndonesia dan Jeju punya sejarah kemitraan yang panjang, bahkan kemitraan antara Jeju dengan Bali jadi yang terpanjang, sudah berlangsung 36 tahun,â tutur Cecep.
Terpisah, Gubernur Provinsi Otonomi Khusus Jeju Oh Young-hun dalam wawancara dengan sejumlah media ASEAN di Jeju, Rabu (12/11), mengungkapkan provinsi tersebut tengah serius mengembangkan transisi energi dan digitalisasi sehingga dapat menjadi destinasi yang berkelanjutan.
âUntuk menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan, kami harus mengejar target transisi energi dan digitalisasi. Kami juga terus mendorong sistem energi terdistribusi serta terus meningkatkan bauran energi baru, termasuk lewat hidrogen,â ungkap dia.
Sementara itu, Jeju sendiri memiliki rencana Carbon Neutral 2035, yang membuat wilayah itu gencar melakukan transisi energi mendasar yang berfokus pada energi terbarukan dan hidrogen hijau.
Pada April 2025, untuk pertama kalinya di Republik Korea, 100 persen listrik Jeju berasal dari energi terbarukan dengan memanfaatkan fasilitas pembangkit listrik tenaga angin dan surya, serta penyaluran balik kelebihan daya melalui jaringan kabel bawah laut.
- Energi Terbarukan
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.