Kelainan Kelopak Mata Tak Sekadar Soal Penampilan, Bisa Ganggu Penglihatan hingga Picu Kanker
Rabu, 03 Jun 2026, 19:30 WIBJAKARTAÂ â Kelopak mata selama ini kerap dianggap hanya berhubungan dengan estetika wajah. Padahal, bagian tubuh yang tampak sederhana ini memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan fungsi penglihatan. Berbagai gangguan pada kelopak mata, mulai dari infeksi, kelainan bawaan lahir, hingga tumor ganas, dapat memengaruhi kualitas hidup dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah â Puri Indah, dr. Tri Wahyu, Sp.M, mengingatkan bahwa kelopak mata bukan sekadar elemen penunjang penampilan, melainkan pelindung utama mata dari berbagai ancaman lingkungan.
"Kelopak mata memiliki fungsi yang sangat penting untuk melindungi bola mata. Karena itu, setiap gangguan yang muncul perlu segera mendapat penanganan yang tepat," ujar Tri Wahyu dalam diskusi media bertajuk Mengenali Kelainan pada Kelopak Mata dan Penanganannya di Jakarta, Rabu (3/6).
Menurutnya, kelopak mata merupakan lipatan kulit tipis yang berfungsi menutupi dan melindungi bola mata. Saat seseorang berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan air mata ke seluruh permukaan mata sehingga kelembapan tetap terjaga sekaligus membersihkan debu dan kotoran. Kelopak mata juga berperan dalam refleks perlindungan ketika ada benda yang mendekati mata.
Beragam Penyebab Gangguan Kelopak Mata
Gangguan pada kelopak mata dapat muncul akibat berbagai faktor, baik yang sudah ada sejak lahir maupun yang berkembang seiring bertambahnya usia. Penyebabnya meliputi kelainan kongenital, faktor ras atau etnis, proses penuaan, infeksi, gangguan hormon, trauma, penyakit neurologis, efek tindakan medis sebelumnya, malformasi pembuluh darah, penyakit autoimun, penyumbatan saluran air mata, hingga keganasan atau tumor.
Meski sebagian besar gangguan kelopak mata tidak secara langsung mengancam penglihatan, kondisi tersebut sering menimbulkan keluhan seperti mata terasa terbakar, sensasi mengganjal, iritasi, hingga nyeri.
"Karena penyebabnya sangat beragam, diperlukan evaluasi medis yang tepat agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi pasien," jelas Tri Wahyu.
Kelainan Bawaan Dapat Mengganggu Penglihatan Anak
Salah satu kelompok gangguan yang perlu mendapat perhatian adalah kelainan bawaan pada kelopak mata. Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan penglihatan sejak usia dini.
Beberapa kelainan yang kerap ditemukan antara lain Blepharophimosis, Ptosis, and Epicanthus Inversus Syndrome (BPES), yaitu kelainan genetik langka akibat mutasi gen FOXL2 yang menyebabkan mata tampak lebih kecil disertai kelopak mata turun.
Selain itu terdapat epiblefaron, kondisi ketika lipatan kulit dan otot berlebih pada kelopak mata membuat bulu mata mengarah ke dalam sehingga menggesek kornea. Kelainan ini cukup sering ditemukan pada individu keturunan Asia Timur.
Kelainan lain adalah ptosis, yaitu kondisi kelopak mata atas turun lebih rendah dari normal sehingga menutupi sebagian atau seluruh bola mata. Selain membuat wajah tampak mengantuk, ptosis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti membaca dan mengemudi.
Sementara itu, koloboma merupakan kelainan akibat kegagalan penutupan celah embrionik saat perkembangan janin. Kondisi ini menyebabkan bentuk pupil tidak sempurna dan dapat disertai kerusakan pada berbagai struktur mata lainnya.
Penyakit Tiroid Bisa Menyerang Mata
Gangguan kelopak mata juga dapat terjadi akibat penyakit autoimun, salah satunya Thyroid Eye Disease (TED) atau penyakit mata tiroid.
Kondisi ini terjadi ketika antibodi yang menyerang kelenjar tiroid turut menyerang jaringan dan otot di sekitar mata sehingga menyebabkan peradangan dan pembengkakan.
TED diperkirakan terjadi pada sekitar 19 per 100.000 orang setiap tahun. Sekitar 90 persen penderita TED memiliki hipertiroidisme, sementara hampir setengah dari pasien hipertiroid mengalami gangguan mata tersebut.
Gejala yang sering muncul antara lain mata menonjol (exophthalmos), pembengkakan kelopak mata, retraksi kelopak mata, mata juling, serta gangguan pergerakan bola mata.
Menurut Tri Wahyu, penyakit ini lebih banyak menyerang perempuan dibandingkan laki-laki, dengan risiko hingga lima kali lebih tinggi.
Benjolan pada Kelopak Mata Tak Selalu Bintitan
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak menganggap remeh munculnya benjolan pada kelopak mata. Meski sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi atau penyumbatan kelenjar minyak, benjolan tertentu bisa menjadi tanda kanker.
Jenis benjolan yang paling umum adalah hordeolum atau bintitan, yaitu infeksi bakteri di sekitar folikel bulu mata yang menyebabkan benjolan kemerahan dan nyeri.
Ada pula kalazion, benjolan akibat penyumbatan kelenjar minyak meibom yang umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan berkembang secara perlahan.
Namun dalam kasus yang lebih serius, benjolan dapat berupa karsinoma sebasea, yaitu tumor ganas yang berasal dari kelenjar minyak. Kanker ini lebih sering ditemukan pada kelompok usia 52 hingga 72 tahun dan umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri pada tahap awal.
"Deteksi dini sangat penting karena semakin cepat ditemukan, semakin baik peluang keberhasilan penanganannya," kata Tri Wahyu.
Waspadai Kanker Kelopak Mata
Selain karsinoma sebasea, terdapat beberapa jenis kanker lain yang dapat menyerang kelopak mata, seperti karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan melanoma maligna.
Karsinoma sel basal merupakan jenis kanker kulit yang paling sering ditemukan dan biasanya muncul sebagai benjolan yang disertai luka atau ruam. Sementara karsinoma sel skuamosa berkembang akibat pertumbuhan berlebihan sel skuamosa pada lapisan terluar kulit.
Adapun melanoma maligna tergolong lebih jarang terjadi pada kelopak mata, tetapi dikenal sangat agresif dan berpotensi menyebar dengan cepat ke organ lain.
Pemeriksaan dan Penanganan Disesuaikan Penyebab
Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis atau anamnesis guna mengetahui riwayat penyakit dan gejala yang dialami pasien. Tahap berikutnya adalah pemeriksaan fisik yang mencakup evaluasi fungsi penglihatan, bentuk dan ukuran kelainan, kondisi otot mata, posisi bola mata, serta kesimetrisan kedua mata.
Bila diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti tes laboratorium, CT Scan, MRI, hingga pemeriksaan patologi anatomi dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis.
Pilihan terapi sangat bergantung pada penyebab gangguan. Penanganan dapat berupa observasi, pemberian obat seperti antibiotik dan steroid, kompres hangat atau dingin, hingga tindakan pembedahan seperti blepharoplasty, rekonstruksi kelopak mata, koreksi ptosis, maupun pengangkatan tumor.
Dalam sejumlah kasus kompleks, penanganan juga membutuhkan kolaborasi berbagai disiplin ilmu kedokteran, termasuk spesialis penyakit dalam, THT, bedah saraf, bedah plastik, radiologi, dan nutrisi.
Tri Wahyu menegaskan bahwa menjaga kesehatan kelopak mata sama pentingnya dengan menjaga kesehatan mata secara keseluruhan.
"Kelopak mata yang sehat akan mendukung fungsi penglihatan secara optimal. Karena itu, setiap kelainan yang muncul sebaiknya segera diperiksakan agar dapat ditangani sejak dini, baik untuk mempertahankan fungsi maupun penampilan," ujarnya.
- asean
- Edukasi Kesehatan
- RS Pondok Indah
- penyakit mata
- Bintitan
- oftalmologi
- kesehatan mata
- kelopak mata
- gangguan kelopak mata
- ptosis
- epiblefaron
- BPES
- koloboma
- thyroid eye disease
- TED
- penyakit mata tiroid
- hordeolum
- kalazion
- karsinoma sebasea
- kanker kelopak mata
- dokter mata
- Tri Wahyu
- kesehatan kesehatan mata
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Bakau Kerdil yang Bertahan di Tengah Salinitas Tinggi
-
Saat Pasien Tetap Sadar di Meja Operasi: Inovasi Baru dalam Penanganan Tumor Otak
-
BRI Life Dorong Keberlanjutan Lewat Program Kesehatan dan Pelestarian Lingkungan
-
Polri Selidiki Penyebab “Blackout” di Sumatera
-
Kampanye Hentikan Perburuan Burung Paruh Bengkok di Kepulauan Aru
-
Kurangi Bahan Bakar Fosil, Asean Gandeng Kanada Genjot Energi Terbarukan
-
Benarkah MSG Berbahaya? Kampanye Edukasi Sajikan Temuan Ilmiah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.