- Home
-
- Luar Negeri
-
- Indonesia Resmi Jadi Negar...
Indonesia Resmi Jadi Negara Pertama yang Kirim Pasukan ke Gaza
Jumat, 20 Feb 2026, 01:15 WIBJAKARTA -Â Indonesia mengukuhkan peran strategisnya di panggung internasional dengan menjadi satu dari lima negara pertama yang akan mengirimkan personel militer ke Jalur Gaza.
Langkah ini merupakan bagian dari misi International Stabilization Force (ISF) atau pasukan stabilisasi internasional yang dibentuk di bawah naungan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk memulihkan keamanan di wilayah konflik tersebut.
"Saya dengan gembira mengumumkan bahwa lima negara pertama yang akan mengirim personel untuk bertugas dalam ISF yaitu Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania,â ucap Panglima ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers dalam pertemuan perdana tingkat kepala negara Dewan Perdamaian di Washington DC, Kamis pagi waktu setempat.
Sebagaimana dipantau melalui siaran daring Gedung Putih di Jakarta, Kamis malam, Jeffers juga mengungkapkan bahwa Mesir dan Yordania adalah dua negara anggota Dewan Perdamaian yang bersedia memberikan pembinaan bagi pasukan kepolisian Gaza yang akan dibentuk.
Dalam pemaparannya, Panglima ISF mengatakan badan stabilisasi itu memiliki dua tujuan, yaitu memastikan terjaganya keamanan dan stabilitas Gaza serta memastikan dapat terbentuknya pemerintahan sipil di wilayah Palestina tersebut.
Mayjen Jeffers mengungkapkan tim ahli militer telah bekerja secara langsung dari sebuah pusat operasi bersama yang akan menjadi markas ISF.
Ia menuturkan menurut rencana, personel ISF akan dibagi ke dalam lima sektor di Jalur Gaza, dengan masing-masing sektor akan mendapatkan satu brigade ISF. Menurut pemaparan yang ditampilkan, kelima sektor itu ialah Rafah, Khan Younis, Deir al Balah, Gaza City, dan Gaza Utara.
Dalam waktu dekat, personel ISF akan diterjunkan di wilayah Rafah di Gaza selatan, dan dari situ ISF secara berangsur akan melanjutkan operasinya ke wilayah utara Gaza. Pembinaan pasukan kepolisian juga akan dilakukan di waktu yang sama.
Mayjen Jeffers mengatakan dalam jangka panjang, pihaknya memperkirakan adanya 20.000 personel ISF dan 12.000 personel kepolisian untuk Jalur Gaza.
"Dengan langkah-langkah awal ini, kami akan mewujudkan keamanan yang diperlukan Gaza untuk masa depannya yang sejahtera dan perdamaian yang berkelanjutan,â kata Jeffers.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS)Â Donald Trump mengapresiasi Indonesia atas keputusannya untuk berkontribusi mengirimkan personel militer untuk menjaga gencatan senjata di Jalur Gaza.
"Sejumlah negara menjanjikan personel untuk membantu menjaga gencatan senjata dan memastikan perdamaian yang berkelanjutan ... khususnya kepada Indonesia, terima kasih banyak Indonesia, negara besar, terima kasih lagi,â kata Trump kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
- prabowo subianto
- donald trump
- jalur gaza
- perdamaian palestina
- pasukan gaza
- militer indonesia
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Polda Jambi Pastikan Stok BBM Aman usai Penyesuaian Harga Nonsubsidi
-
Korsel Desak Trump Pimpin Penyelesaian Damai dengan Korut
-
AS Harus Luncurkan 7.800 Satelit Demi Wujudkan Ambisi Golden Dome
-
Trump Tak Puas dengan Tawaran Iran Buka Selat Hormuz
-
Dengan Riset Regenerasi Tulang Berbasis Stem Cell, FKG UI Luluskan Double Degree Pertama
-
BMKG Imbau Warga Waspadai Hujan Ringan hingga Sedang di Sulawesi Tenggara Hari Ini
-
Kereta Dhoho Hantam Truk Muatan Pasir yang Mogok di Blitar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.