Harga Ayam Naik, Mentan Amran Sidak Pasar Kebayoran
Jumat, 20 Feb 2026, 17:35 WIBJAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, usai menerima laporan kenaikan harga ayam, guna memastikan harga pangan tetap sesuai ketentuan dan melindungi konsumen.
"Kami tadi pagi sedang rapat, laporan datang ke kantor, mengatakan bahwa harga ayam naik, harga bawang putih naik. Setelah kita telepon, Pak Kapolda, Pak Dirkrimsus dengan Pak Kapolres, harganya langsung turun dari Rp40 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram. Jadi ternyata telepon itu menurunkan harga Rp15.000 per kilo," kata Mentan Amran di Pasar Kebayoran, Jakarta, Jumat (20/2).
Ia menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang memainkan harga di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
"Kepada seluruh saudaraku, sahabatku, pengusaha, tolong deh jangan main-main di bulan suci Ramadan," tegasnya.
Menurut Amran koordinasi dilakukan cepat bersama Polri, mulai dari Mabes hingga Kapolres setempat.
"Kami langsung koordinasi, kalau ada yang menaikkan harga pasti ditindak. Ini langsung turun dari Polri, ada dari Mabes, kemudian Pak Kapolres itu kita turunkan langsung, dan kami minta ditindak," ujarnya.
Saat sidak, harga bawang putih yang sebelumnya dilaporkan mencapai Rp60 ribu per kilogram, turun menjadi Rp38 ribu atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Yang juga tadi bawang putih katanya harganya Rp60 ribu per kg. Setelah tiba kami di sini harganya di bawah HET, di bawah Rp40 ribu. Alhamdulillah, harganya tadi Rp38 ribu. Kami terima kasih pada pengusaha," ujar Mentan.
Namun, temuan berbeda pada minyak goreng rakyat. Kemasan MinyaKita yang seharusnya dijual Rp15.700 per liter ditemukan dijual Rp19.000 per liter.
"Ini minyak goreng tertulis Rp15.700 per liter. Tapi dijual tadi Rp19.000 per liter. Ini kami minta Pak Dirkrimsus, aku serahkan ini diproses hukum, segel unit usahanya. Tapi jangan bapak penjual pengecernya enggak boleh. Ini akan ditelusuri," tegasnya.
Ia bahkan membeli dua kantong MinyaKita sebagai barang bukti.
"Aku beli tadi sengaja dua supaya ini jadi barang bukti, ditelusuri sampai ke distributor besar dan perusahaan, jangan dilepas. Pak, diumumkan kalau sudah diproses," ujarnya.
Amran menegaskan pemerintah tidak berniat mengganggu pelaku usaha. Namun seluruh sektor pangan wajib mematuhi regulasi, terutama selama Ramadhan.
"Ayo cari rezeki tetapi jangan mengganggu pemerintah, jangan mengganggu rakyat, jangan mengganggu saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan," katanya.
Ia menekankan seluruh komoditas strategis seperti beras, ayam, daging, telur dan minyak goreng harus dijual sesuai HET.
"Yang dihujat itu pemerintah, tapi yang melakukan adalah segelintir orang tadi. Ini jangan main-main," ujarnya.
Mentan Amran juga memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman dan lebih dari cukup.
"Pasokan telah kami pasok dari sebelum bulan suci Ramadan itu lebih dari cukup. Beras kita melimpah, minyak goreng kita mensupply dunia," katanya.
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah akan terus melakukan operasi pasar dan pengawasan ketat di seluruh Indonesia.
"Operasi terus. Kami bukan hanya Menteri Pertanian, tetapi juga sebagai Kepala Bapanas. Tim di seluruh Indonesia kami tempatkan sekarang. Ada laporan naik, langsung ditindak, tidak lagi dirayu-rayu, ditindak," tegasnya.
Ia pun mengingatkan tidak ada alasan harga minyak goreng naik di dalam negeri.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Gen Z Indonesia Pilih Liburan Singkat tapi Sering, Destinasi Domestik Jadi Favorit Utama
-
Pelayaran di Selat Hormuz Terhenti Usai Pengumuman Blokade AS
-
Indonesia Tantang Korea Selatan di Semifinal Piala Uber 2026
-
Krisis Hormuz Belum Reda, Bahlil Lapor ke Prabowo: Stok Minyak Mentah RI Masih Aman
-
Garuda Indonesia Kembali Masuk 25 Maskapai Terbaik Dunia
-
Veda Ega Pratama Start dari Urutan Ke-17 Moto3 Spanyol
-
KPK Dalami Peran Konsultan Pajak dalam Pengajuan Restitusi di KPP Madya Banjarmasin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.