ArtSwara Hidupkan Nostalgia Musik 80–90an Lewat Pergelaran Vintage Sounds
Jumat, 20 Feb 2026, 22:47 WIBJAKARTA â Rumah produksi seni pertunjukan ArtSwara sukses menghidupkan kembali memori kolektif era emas musik pop Indonesia melalui pergelaran "Vintage Sounds" yang memenuhi auditorium Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada hari Selasa malam (17/2). Live Variety Show ini menjadi bukti nyata bahwa musik lintas generasi tetap memiliki daya pikat magis saat dikemas dengan standar musikalitas tinggi.
Selama pertunjukan berlangsung, penonton dibawa melintas waktu merayakan karya-karya legendaris tahun 80 hingga 90-an. Keberhasilan malam itu berakar pada visi Maera, Produser Eksekutif sekaligus penggagas acara, yang meramu pertunjukan ini sebagai dedikasi dan penghormatan mendalam kepada kedua orang tuanya.
"Apresiasi luar biasa dari seluruh penonton malam ini adalah kehormatan yang tak terlukiskan. Tujuan kami menghidupkan kembali memori keluarga melalui lagu-lagu era 80â90an sebagai pengalaman lintas generasi benar-benar terwujud dengan indah," ungkap Maera melalui keterangannya pada hari Jumat (20/2).
Suasana 90-an kental terasa kala âkejutanâ duo MC klasik Indy Barends dan Indra Bekti mengeluarkan kepiawaian khas memandu acara dengan menghadirkan suasana yang penuh humoris sekaligus menyegarkan.
Gebrakan "Alam Maya" dan Momen Haru Tribute Titiek Puspa
Malam penuh memori ini dibuka dengan penuh energi melalui komposisi "Alam Maya", hits ikonis 90-an dari The Kids Brother yang langsung memicu sorak-sorai penonton. Suasana auditorium seketika berubah menjadi mesin waktu instan yang membawa penonton kembali ke masa lalu.
Tepat setelah hentakan pembuka tersebut dan sejumlah nomor komposisi, suasana berubah menjadi syahdu dan emosional dalam sebuah segmen spesial untuk mengenang seniman besar Indonesia, Titiek Puspa.
Penyanyi teater Gabriel Harvianto tampil membawakan lagu "Cinta" dengan penghayatan yang sangat dalam. Vokal Gabriel yang penuh rasa berhasil menciptakan momen yang mengharukan, membuat banyak penonton terhanyut saat mengenang kontribusi luar biasa sang legenda bagi industri musik tanah air.
Sentuhan Magis Big Band Tohpati
Secara musikal, pergelaran ini tampil tanpa celah berkat tangan dingin Tohpati bersama Tohpati Orchestra. Aransemen berformat Big Band yang diusung Tohpati memberikan napas baru yang segar dan groovy pada repertoar klasik seperti "Selamat Datang Cinta", "Asmaraku Asmaramu", hingga "Cinta dan Damai", tanpa menghilangkan jiwa asli dari lagu-lagu tersebut.
Sinergi Lintas Seni: Dari Iwa K hingga Lukisan Pasir
Kejutan terus bergulir di panggung "Vintage Sounds". Kolaborasi istimewa dengan legenda rap Indonesia, Iwa K, menjadi salah satu sorotan utama. Iwa K membuktikan janjinya memberikan "energi khusus" yang menyatukan dinamika musik rap dengan kemegahan orkestra, terutama saat tampil enerjik bersama Maera, BimaZeno, dan Taufan Purbo membawakan "Dansa Yuk Dansa".
Aspek visual dan performa panggung pun digarap dengan sangat artistik melalui penampilan Gallaby yang memukau lewat paket lengkap nyanyian dan tarian, serta sentuhan seni pelukis pasir Vina Candrawati yang puitis mengiringi jalannya cerita. Penampilan kelompok pemandu sorak dari A Team Cheerleader yang tampil sangat istimewa menghadirkan atraksi yang luar biasa memukau penonton.
Melalui "Vintage Sounds", ArtSwara tidak hanya menyuguhkan konser musik bertema baru variety show, tetapi sebuah perayaan budaya yang emosional dan penuh warna, energi dan tentu saja format baru bagi pencinta musik Indonesia dan audiens yang lebih besar lagi bukan tidak mungkin kelak industri hiburan pergelaran langsung seperti ini akan bertumbuhan dan menjadi sumber ekonomi baru untuk Indonesia.
Untuk diketahui, Artswara adalah sebuah rumah produksi musik dan hiburan, khususnya di bidang seni pertunjukan, yang didirikan pada tanggal 7 Agustus 2009. Sesuai dengan visi dan misi PT. Mahhasa Artswara Persada menciptakan pertunjukan drama musikal yang memiliki nilai edukasi yang berkualitas dan memberikan alternatif tontonan bagi para pencinta seni Indonesia.
Sebagai salah satu pionir dalam memajukan drama musikal, ArtSwara didirikan dengan tujuan untuk menjadi rumah produksi yang memproduksi drama musikal dan seni pertunjukan sebagai hiburan mainstream yang dapat dinikmati masyarakat, menjadi wadah pengembangan bakat bagi para pelaku seni baik profesional maupun non-profesional, serta mengajak masyarakat untuk lebih menghargai karya anak bangsa.
Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi menjadi poin penting untuk menjaga konsistensi dan keberlanjutan dari apa yang telah dicapai sebelumnya, oleh karena itu, proyek ini bertujuan untuk memperbaiki dan membangun kembali brand Artswara Production menjadi lebih atraktif, informatif, dan elegan.
- Musik Indonesia
- Ciputra Artpreneur
- ArtSwara
- Vintage Sounds
- live variety show
- Konser nostalgia
- Era 80an
- Era 90an
- Seni pertunjukan
- Industri hiburan
- Budaya populer
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Musikal Mar Kembali Dipentaskan, Janjikan Pengalaman Teater yang Lebih Megah
-
TNI Gagalkan Serangan Kelompok Bersenjata Di Tembagapura, Warga Sipil Berhasil Diselamatkan
-
Arah Swasembada Semakin Kuat, HKTI Tegaskan Kondisi Nyata Lapangan Buktikan Stok Beras Melimpah
-
DPRD DKI Mengimbau Pengelola Dapur MBG: Harus Amanah, Jangan Salah Kirim Menu ke Anak
-
OJK Perkuat APU-PPT dan Strategi Anti-Fraud untuk Jaga Kepercayaan Sistem Keuangan
-
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Pastikan Stok BBM Aman
-
Baznas DKI Targetkan Himpun Dana ZIS Rp450 Miliar pada 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.