Kabar Baik! Mayoritas Pasar Rakyat di Wilayah Bencana Sudah Beroperasi
Kamis, 19 Feb 2026, 05:55 WIBJAKARTA â Beroperasinya kembali sebagian besar pasar di daerah bencana jadi kabar yang cukup melegakan. Meski aktivitasnya belum sepenuhnya normal, denyut transaksi yang mulai hidup menandakan roda ekonomi perlahan bergerak lagi.
Pedagang kembali membuka lapak, pembeli mulai berdatangan, dan interaksi yang sempat terhenti kini pelan-pelan terbangun ulang.
Di tengah proses pemulihan, pasar memang punya peran pentingâbukan cuma soal jual beli, tapi juga sebagai ruang sosial yang memulihkan rasa kebersamaan. Tantangannya tentu masih ada, mulai dari pasokan barang hingga daya beli masyarakat.
Namun, kembalinya aktivitas pasar memberi sinyal bahwa pemulihan tak hanya soal infrastruktur, melainkan juga tentang menghidupkan kembali harapan warga setempat.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan 91,75 persen pasar rakyat terdampak bencana di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh telah kembali beroperasi hingga pertengahan Februari 2026.
"Pemulihan sarana perdagangan, khususnya pasar rakyat, terus menunjukkan hasil nyata. Pasar rakyat adalah kunci pemulihan ekonomi lokal. Kami memastikan reaktivasi pasar berjalan cepat, terukur, dan menyeluruh," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (18/2).
Pemerintah mendata, terdapat 194 pasar rakyat dan 18.065 pedagang yang terdampak bencana. Dari total 194 pasar tersebut, teridentifikasi sebanyak 95 unit pasar mengalami kerusakan ringan, 41 unit rusak sedang, dan 58 unit rusak berat.
Hingga kini, sebanyak 178 pasar telah kembali beroperasi. Mayoritas pasar rakyat yang masih dalam pemulihan ada di wilayah Aceh.
Selain pemulihan pasar rakyat, sektor ritel turut berangsur pulih. Berdasarkan data yang dihimpun bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), terdapat 383 gerai toko swalayan yang terdampak.
Sekitar 96 persen atau 368 gerai telah kembali beroperasi normal. Seluruh gerai ditargetkan pulih sepenuhnya pada akhir Februari 2026.
Budi memaparkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan berbagai langkah percepatan pemulihan sarana perdagangan di wilayah terdampak bencana.
Upaya tersebut meliputi pendataan pasar terdampak melalui sistem Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pelaksanaan aksi bersih pasar bersama pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga, serta penyaluran 100 unit tenda darurat.
Selain itu, Kemendag mengusulkan anggaran revitalisasi pasar bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Keuangan.
Terkait barang kebutuhan pokok di Sumatera Utara, kata Budi, harganya tercatat stabil dan berada di bawah rata-rata nasional.
Produk minyak goreng Minyakita juga dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sehingga membantu menjaga daya beli masyarakat di wilayah tersebut.
Sementara itu, di Sumatera Barat, harga barang kebutuhan pokok secara umum juga relatif stabil. Namun demikian, perlu perhatian khusus terhadap komoditas cabai, daging ayam, dan daging sapi yang berpotensi meningkat harganya seiring peningkatan permintaan masyarakat saat Ramadan.
"Untuk menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, Kemendag turut memperkuat koordinasi dengan ID FOOD dan Perum Bulog. Langkah ini untuk memastikan pasokan barang kebutuhan pokok di wilayah terdampak bencana tetap terjaga," imbuh Budi.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Percepat atau Terlambat: Pemulihan Sawah Sumatera Jadi Penentu Stabilitas Pangan!
-
Program Pemberdayaan Perempuan Sektor Kakao di Sulsel Kelola Dana Lebih dari Rp15 Miliar
-
BMKG Prakirakan Jakarta Diguyur Hujan dengan Intensitas Ringan
-
Saingi Disney dan Universal, Netflix Bangun Taman Hiburan Pertama di AS, Tiket Masuk Gratis!
-
Wali Kota Bandung Tegaskan Pentingnya Ruang Digital Aman dan Produktif bagi Remaja
-
Masih Banyak Air Isi Ulang Terkontaminasi Bakteri, Sejumlah Depot di Jakarta Kembali Ditertibkan
-
Pemkab Mabar Edukasi Pelaku Usaha di Labuan Bajo Atasi Kebakaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.