Film “Pelangi di Mars” Mengudara Lewat Balon Raksasa Agar Makin Dikenal Masyarakat Indonesia
Kamis, 19 Feb 2026, 20:32 WIBJAKARTA - Film fiksi ilmiah keluarga Indonesia âPelangi di Marsâ menyapa publik melalui balon karakter Pelangi dan Batik setinggi 10 meter yang kini hadir di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan.
Produser film Dendi Reynando mengatakan bahwa kehadiran balon raksasa di ruang publik untuk memperkenalkan intellectual property (IP) lokal âPelangi di Marsâ semakin dikenal masyarakat Indonesia.
Menurut dia masih minimnya kehadiran IP Indonesia di ruang-ruang yang mudah diakses anak-anak.Â
âJadi semakin sering terpapar, semakin bagus. Mudah-mudahan ini sebagai simbol dari IP Indonesia bisa compete dengan IP dari negara manapun karena memang semestinya kita udah jadi tuan rumah untuk IP kita sendiri,â kata Dendi Reynando dalam konferensi pers peluncuran balon raksasa âPelangi di Marsâ di Jakarta, Kamis (19/2).
Instalasi balon raksasa âPelangi di Marsâ itu berdiri di ruang terbuka kawasan perkantoran, di mana film tersebut didukung oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dan Artha Graha Peduli bersama SCBD, SCBD Park, dan Creative Event Entertainment (CEE).
Keterlibatan tersebut menghadirkan ruang publik bagi karya anak bangsa sekaligus mencerminkan sinergi antara dunia usaha dan industri kreatif.
Kolaborasi semacam ini dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ekosistem industri kreatif nasional serta meningkatkan daya saingnya di tingkat global.
Sinergi tersebut, menurut Dendi, menjadi bagian penting dalam pengembangan jangka panjang film ini. Tim produksi membangun dunia cerita dan karakter âPelangi di Marsâ secara terstruktur agar dapat berkembang melampaui satu judul film.
âKami ingin ini tidak berhenti di satu karya. Pelangi di Mars kami siapkan sebagai IP lokal yang bisa tumbuh berkelanjutan,â tutur Dendi.
Sutradara Upie Guava mengungkapkan pembuatan film terbarunya âPelangi di Marsâ didorong rasa ingin menghadirkan tontonan yang dapat memantik imajinasi dan cita-cita yang dapat menginspirasi anak-anak Indonesia.
âPendapat saya mungkin subjektif. Saya punya anak dan melihat sepertinya Indonesia kurang literasi yang memantik seorang anak pingin jadi bermanfaat, misal jadi astronaut apa pun itu. Film âPelangi di Marsâ ini dibuat hanya dengan alasan itu dan mudah-mudahan ini bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat,â tutur Upie.
Balon tersebut menjadi sapaan awal dari film âPelangi di Marsâ kepada masyarakat yang dapat dinikmati publik di area SCBD mulai 19 Februari hingga 22 Februari sebelum melanjutkan perjalanannya ke lokasi berikutnya.
Setelah Jakarta, balon Pelangi di Mars juga dijadwalkan berkeliling ke lima lokasi lain, baik di dalam maupun luar kota, sebagai bagian dari rangkaian promosi menuju penayangan film.
Film âPelangi di Marsâ mengisahkan di tahun 2100, ketika krisis air mengancam masa depan Bumi, Pelangi anak pertama yang lahir di Mars memulai sebuah petualangan bersama robot-robot malfunction untuk menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang dipercaya dapat menyelamatkan masa depan Bumi.
Namun dalam perjalanannya, Nerotek korporasi raksasa yang menguasai sumber air melakukan segala cara untuk merebut penemuan tersebut.
Di tengah misi tersebut, film ini menghadirkan petualangan yang sarat pesan tentang keberanian, persahabatan, dan harapan melalui animasi 3D dan teknologi XR.
Film ini dibintangi oleh Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, dan Livy Renata, dengan dukungan pengisi suara Kristo Immanuel, Bimoky, Gilang Dirga, Vanya Rivani, serta Dimitri Arditya.
âPelangi di Marsâ dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada momen Lebaran 2026. Ant
- IP Lokal
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
KAI Commuter Operasikan 1.149 Perjalanan pada Angkutan Lebaran 2026
-
Rupiah Kembali Tersungkur akibat Kondisi Selat Hormuz yang Tetap Ditutup Iran
-
Wamenekraf Dukung Kolaborasi The Pokémon Company dan Happy Asmara untuk Perluas Pasar Musik Dangdut
-
Adidas dan Liverpool FC Resmi Luncurkan Jersey Ketiga Musim 2025-26
-
Pelatih Irak Minta FIFA Jadwal Ulang Playoff Piala Dunia
-
Pemkab Serang Targetkan 50 Persen Kopdes Merah Putih Aktif pada 2026
-
Pekerja Migran Banyak Jadi Korban Kejahatan Finansial, Wamen Cristiani: Pentingnya Literasi Keuangan!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.